DARAH HEWAN

BAB I

TINJAUAN PUSTAKA

 

A.PENGENALAN DARAH

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.

Pada serangga, darah (atau lebih dikenal sebagai hemolimfe) tidak terlibat dalam peredaran oksigen. Oksigen pada serangga diedarkan melalui sistem trakea berupa saluran-saluran yang menyalurkan udara secara langsung ke jaringan tubuh. Darah serangga mengangkut zat ke jaringan tubuh dan menyingkirkan bahan sisa metabolisme.

Pada hewan lain, fungsi utama darah ialah mengangkut oksigen dari paru-paru atau insang ke jaringan tubuh. Dalam darah terkandung hemoglobin yang berfungsi sebagai pengikat oksigen. Pada sebagian hewan tak bertulang belakang atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas. Hemoglobin merupakan protein pengangkut oksigen paling efektif dan terdapat pada hewan-hewan bertulang belakang atau vertebrata. Hemosianin, yang berwarna biru, mengandung tembaga, dan digunakan oleh hewan crustaceae. Cumi-cumi menggunakan vanadium kromagen (berwarna hijau muda, biru, atau kuning oranye).

Darah merupakan cairan tubuh yang terdapat dalam jantung dan pembuluh darah. Beberapa cairan tubuh yang lain adalah (1) Cairan jaringan, merupakan cairan tubuh yang terdapat dalam ruang antar sel. (2) Cairan limf, merupakan cairan tubuh yang terdapat di dalam pembuluh limf dan organ limfatikus. Organ limfatikus meliputi nodus limfatikus, tonsil, timus dan limfa (3) Sinovial, merupakan cairan tubuh yang terdapat diruang-ruang antara persendian. (4) Aqueous, merupakan cairan tubuh yang terdapat di dalam bola mata.(5) Oendolimf, merupakan cairan tubuh yang terdapat di telinga bagian dalam yang membatasi membran labirin. (6). Perilimf, merupakan cairan tubuh yang juga terdapat di telinga bagian dalam yaitu di dalam tulang labirin.

Darah mempunyai daya hantar yang relatif besar, jadi penyebaran panas dari jaringan-jaringan yang letaknya jauh di dalam tubuh dapat merata dengan cepat.

Pada kebanyakan hewan mamalia sel darah merahnya tidak mempunyai inti, bentuknya bulan dan bikonkaf. Sel darah merah pada kebanyakan verebrata yang lain berbentuk lonjong, berinti dan bikonfeks. Pada umumnya sel darah merah yang tak berinti mempunyai bentuk dan ukuran yang lebih kecil jika dibandingkan dengan sel darah merah yang berinti. Sel darah merah yang paling besar terdapat pada amphibia. Dari lahir sampai tua sel darah merah dibuat di sumsum tulang. Jumlah sumsum tulang pada tubuh manusia berkisar antara 1,5-3,5 kg. Ada dua macam sumsum tulang yaitu sumsum tulang kuning dan sumsum tulang merah. Sumsum tulang kuning mengandung beberapa subtansi, diantaranya adalah sel lemak, pembuluh darah

Sistem peredaran darah adalah sistem yang mempunyai sangkut paut dengan pergerakan darah di dalam pembuluh darah dan juga perpindahan dari suatu tempat ketempat lain.

Darah terdiri dari benda benda korposkuler dan cairan yang di sebut plasma.Benda-benda korposkuler merupakan individu yang terpisah dan bergerak bebas dalam sistem vaskuler.

Dalam darah terdapat 3 jenis benda korposkuler, yauitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan trombosit.

 

Sistem peredaran darah mempunyai fungsi sebagai berikut:        

1. Mengangkut zat makanan (nutrien) dari usus keseluruh jaringan tubuh.

2. Mengangkut zat ampas dari jaringan tubuh ke alat pembuangan.

3. Mengangkut O2 dari paru-paru atau insang keseluruh jaringan tubuh.

4. Mengangkut CO2 dari seluruh jaringan tubuh ke paru-paru atau insang.

5. Mengangkut hormon dari kelenjar endokrin ke tempat saluran.

6. Mendistribusiksan padssads dari sumbernya ke seluruh bagian tubuh

Dalam peredarannya, darah mempunyai banyak tekanan agar mampu dipompakan keseluruh tubuh. Tekanan tersebut ditentukan oleh 3 faktor. Yaitu:

1. Jumlah darah yang ada di dalam peredaran yang dapat membesarkan pembuluh darah.

2. Aktivitas memompa jantung, yaitu mendorong darah sepanjang pembuluh darah.

3. Tahanan terhadap aliran darah.

Susunan Darah. serum darah atau plasma terdiri atas:

Air: 91,0%

Protein: 8,0% (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen)

Mineral: 0.9% (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor, magnesium dan zat besi, dll)

SEL DARAH MERAH

Pada awal pembentukannya, eritrosit mamalia memiliki nuklei, tapi nuklei tersebut akan perlahan-lahan menghilang karena tekanan saat eritrosit menjadi dewasa untuk memberikan ruangan kepada hemoglobin. Eritrosit mamalia juga kehilangan organel sel lainnya seperti mitokondria. Maka, eritrosit tidak pernah memakai oksigen yang mereka antarkan, tetapi cenderung menghasilkan pembawa energi ATP lewat proses fermentasi yang diadakan dengan proses glikolisis pada glukosa yang diikuti pembuatan asam laktat. Lebih lanjut lagi bahwa eritrosit tidak memiliki reseptor insulin dan pengambilan glukosa pada eritrosit tidak dikontrol oleh insulin. Karena tidak adanya nuklei dan organel lainnya, eritrosit dewasa tidak mengandung DNA dan tidak dapat mensintesa RNA, dan hal ini membuat eritrosit tidak bisa membelah atau memperbaiki diri mereka sendiri.

Eritrosit mamalia berbentuk kepingan bikonkaf yang diratakan dan diberikan tekanan di bagian tengahnya, dengan bentuk seperti “barbel” jika dilihat secara melintang. Bentuk ini (setelah nuklei dan organelnya dihilangkan) akan mengoptimisasi sel dalam proses pertukaran oksigen dengan jaringan tubuh di sekitarnya. Bentuk sel sangat fleksibel sehingga muat ketika masuk ke dalam pembuluh kapiler yang kecil. Eritrosit biasanya berbentuk bundar, kecuali pada eritrosit di keluarga Camelidae (unta), yang berbentuk oval.

Pada jaringan darah yang besar, eritrosit kadang-kadang muncul dalam tumpukan, tersusun bersampingan. Formasi ini biasa disebut roleaux formation, dan akan muncul lebih banyak ketika tingkat serum protein dinaikkan, seperti contoh ketika peradangan terjadi.

Limpa berperan sebagai waduk eritrosit, tapi hal ini dibatasi dalam tubuh manusia. Di beberapa hewan mamalia, seperti anjing dan kuda, limpa mengurangi eritrosit dalam jumlah besar, yang akan dibuang pada keadaan bertekanan, dimana proses ini akan menghasilkan kapasitas transpor oksigen yang tinggi.

Sel darah merah atau eritrosit adalah sel sel yang bergaris tengah 5,0 – 7,34 mikron yang berfungsi secara khusus dlam transportas oksigen. Bentuknya pada mamalia seperti cakram yang bikonkav yang teabal pada ujung magmalnya dan tipis di tengah, sehingga bentuk yang seperti itu memungkinkan terjadinya penelusuran oksigen dari membran sel.

Eritrosit dari hewan dewasa dibentuk didalam sumsum tulang belakang, sedangkan pada waktu masih janin dihasilkan oleh hati, limpa, dan nodus limpatikus. Sel darah merah dewasa pada mamalia tidak berinti, tapi sel darah merah muda (eritroblast) berinti. Pada bangsa aves bentuknya oval dan mempunyai inti baik yang muda maupun yang tua.

Darah juga mengandung faktor-faktor penting untuk pertahanan tubuh terhadap penyakit juga berperan dalam sistem buffer seperti bikarbonat dalam air. Darah yang kekurangan kandungan oksigen akan berwarna kebiru-biruan yang disebut sianosis. Darah dengan jumlah haemoglobin berkurang jauh dari standar karena pembentukan yang kurang memadai disebut anemia. Anemia juga dapat disebabkan oleh penyakit kronis, akut, kecelakaan yang mengeluarkan banyak darah, terserang penyakit cacing tambang, kanker darah, kekurangan gizi dan lain-lain. Anemia juga disebabkan oleh defisieansi zat Fe, Cu, vitamin dan asam amino (Frandson, 1992).

Proses pergantian sel darah merah dari atau oleh sel darah baru terjadi setelah sirkulasi 3 sampai 4 bulan. Sel darah merah mengalami desintergrasi atau pemecahan sehingga melepas haemoglobin ke dalam sel dan sel darah pecah. Pembentukan sel darah merah pada orang dewasa pada sumsum tulang belakang dan pada bayi terjadi di hati, kelenjar thymus dan nodula lymphatica (Frandson,1992).

Sel darah mengalami hemolisis yang lebih cepat dibanding dengan pembentukan atau produksi sel darah yang baru. Proses penggantian sel darah merah dari atau oleh sel darah yang baru terjadi setelah sirkulasi 3 hingga 4 bulan. Sel darah merah mengalami pemecahan sehingga melepas haemoglobin kedalam sel darah merah dan pecah. Sel darah merah yang mengalami degradasi ini kemudian disendirikan dari sirkulasi yang dilakukan oleh sistem makrofag atau sistem reticuloendotelia. Sel-sel makrofag mencengkeram fragmen, fragmennya dicerna dan dilepaskan dalam darah. Globin dari haemoglobin mengalami degradasi kedalam tulang, disimpan sebagai sel-sel jaringan sebagai homosiderin (Frandson 1992).

Pengaruh haemoglobin didalam sel darah merah menyebabkan timbulnya warna merah pada darah karena mempunyai kemampuan untuk mengangkut oksigen. Haemoglobin adalah senyawa organik yang komplek dan terdiri dari empat pigmen forpirin merah (heme) yang masing-masing mengandung iron dan globin yang merupakan protein globural dan terdiri dari empat asam amino. Haemoglobin bergabung dengan oksigen didalam paru-paru yang kemudian terbentuk oksihaemoglobin yang selanjutnya melepaskan oksigen ke sel-sel jaringan didalam tubuh (Frandson, 1992).

Susunan dari sel darah merah adalah air (62%-72%) dan kira-kira sisanya berupa solid terkandung haemoglobin 95% dan sisanya berupa protein pada stroma dan membran sel, lipid, enzim, vitamin dan glukosa serta urin. Umur sel darah merah pada manusia berkisar antara 90 hingga 140 hari, rata-rata 120 hari dan pada hewan umurnya kira-kira 25 hingga 140 hari (Guyton, 1986).

Eritrosit secara umum terdiri dari hemoglobin, sebuah metalloprotein kompleks yang mengandung gugus heme, dimana dalam golongan heme tersebut, atom besi akan tersambung secara temporer dengan molekul oksigen (O2) di paru-paru dan insang, dan kemudian molekul oksigen ini akan di lepas ke seluruh tubuh. Oksigen dapat secara mudah berdifusi lewat membran sel darah merah. Hemoglobin di eritrosit juga membawa beberapa produk buangan seperti CO2 dari jaringan-jaringan di seluruh tubuh. Hampir keseluruhan molekul CO2 tersebut dibawa dalam bentuk bikarbonat dalam plasma darah. Myoglobin, sebuah senyawa yang terkait dengan hemoglobin, berperan sebagai pembawa oksigen di jaringan otot.

Warna dari eritrosit berasal dari gugus heme yang terdapat pada hemoglobin. Sedangkan cairan plasma darah sendiri berwarna kuning kecoklatan, tetapi eritrosit akan berubah warna tergantung pada kondisi hemoglobin. Ketika terikat pada oksigen, eritrosit akan berwarna merah terang dan ketika oksigen dilepas maka warna erirosit akan berwarna lebih gelap, dan akan menimbulkan warna kebiru-biruan pada pembuluh darah dan kulit. Metode tekanan oksimetri mendapat keuntungan dari perubahan warna ini dengan mengukur kejenuhan oksigen pada darah arterial dengan memakai teknik kolorimetri.

Pengurangan jumlah oksigen yang membawa protein di beberapa sel tertentu (daripada larut dalam cairan tubuh) adalah satu tahap penting dalam evolusi makhluk hidup bertulang belakang (vertebratae). Proses ini menyebabkan terbentuknya sel darah merah yang memiliki viskositas rendah, dengan kadar oksigen yang tinggi, dan difusi oksigen yang lebih baik dari sel darah ke jaringan tubuh. Ukuran eritrosit berbeda-beda pada tiap spesies vertebrata. Lebar eritrosit kurang lebih 25% lebih besar daripada diameter pembuluh kapiler dan telah disimpulkan bahwa hal ini meningkatkan pertukaran oksigen dari eritrosit dan jaringan tubuh

Vertebrata yang diketahui tidak memiliki eritrosit adalah ikan dari familia Channichthyidae. Ikan dari familia Channichtyidae hidup di lingkungan air dingin yang mengandung kadar oksigen yang tinggi dan oksigen secara bebas terlarut dalam darah mereka.Walaupun mereka tidak memakai hemoglobin lagi, sisa-sisa hemoglobin dapat ditemui di genom mereka.

Pada mamalia, eritrosit dewasa tidak memiliki nukleus di dalamnya (disebut anukleat), kecuali pada hewan vertebrata non mamalia tertentu seperti salamander dari genus Batrachoseps.[7] Konsentransi asam askorbat di dalam sitoplasma eritrosit anukleat tidak berbeda dengan konsentrasi vitamin C yang terdapat di dalam plasma darah.[8] Hal ini berbeda dengan sel darah yang dilengkapi inti sel atau sel jaringan, sehingga memiliki konsentrasi asam askorbat yang jauh lebih tinggi di dalam sitoplasmanya.

Rendahnya daya tampung eritrosit terhadap asam askorbat disebabkan karena sirnanya transporter SVCT2 ketika eritoblas mulai beranjak dewasa menjadi eritrosit. Meskipun demikian, eritrosit memiliki daya cerap yang tinggi terhadap DHA melalui transporter GLUT1 dan mereduksinya menjadi asam askorbat.

SEL DARAH PUTIH

Sel darah putih berdasarkan ada atau tidaknya granula dalam sitoplasmanya diklasifikasikan dalam granulosit dan agranulosit. Granolosit terdiri dari neutrofil (pada bangsa aves disebut heterofil), eosinofil, basofil, sedangkan agranulosit adalah limfosit dan monosit. Sel darah putih ini dapat bergerak secara bebas.

Antara neutrofil dan eosinofil sulit di bedakan karena keduanya mempunyai iinti granula dengan ukuran yanga hampir sama. Neutrofil memppunyai inti yang bresaegmen-segmen dan bisa sampai 5 lobus dan dicat dengan warna ner tral, sehingga warnanya tidak biru maupun merah. Fungsi neutrofil adalah untuk memfagosit bakteri.

Eosinofil mempunyai ukuran yang hampir sama dengan neutrofildan mempunyai inti bersegmen 1-4 lobus serta sitoplasma tercat pucat bewarna biru bening dengan granula yang tercat merah. Fungsi dari eosinofil tidak di ketahui dengan pasti, tetapi pada hewan yang terinfestasi cacing dan adanya kerusakan jaringan yang menimbulkan alergi biasanya meningkat.

Basofil mempunyai granula yang lebih kecil dari neutrofil, berbentuk bulat dan sitoplasmanya bewarna bening dengan granula bersifat basofilik. Basofil mempunyai inti dengan jumlah lobus 1 – 4 lobi

Limfosit mempunyai ukuran yang bervariasi dengan bentuk bulat serta teratur dan sitoplasmanya hampir tidak mempunyai granula, sedikit basofilik dengan inti di tengah. Sel ini mempunyai peranan dalam sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit.

Monosit mempunyai banyak kesamaan dengan limfosit, tetapi monositmempunyai rata-rata ukuran yang lebih besar dan mempunyai sitoplasma yang lebih banyakdibandingkan dengan limfosit yang besar. Bentuk bulat, permukaan halus dengan sitoplasma tercat biru kebuan yang berisi vakuola yang seragam dengan inti bulat dan terletak eksentris. Fungsi dari monosit diketahui dengan pasti, tetapi umumnya berimigrasi ke jaringan yang mengalami keradangan untuk melakukan fagositosis bakteri dan debris debris sel.

TROMBOSIT

Keping darah, lempeng darah, trombosit (en:platelet, thrombocyte) (el:θρόμβος – “klot” dan κύτος – “sel”) adalah sel anuclear nulliploid (tidak mempunyai nukleus pada DNA-nya) dengan bentuk tak beraturan dengan ukuran diameter 2-3 µm yang merupakan fragmentasi dari megakariosit. Keping darah tersirkulasi dalam darah dan terlibat dalam mekanisme hemostasis tingkat sel dalam proses pembekuan darah dengan membentuk darah beku. Rasio plasma keping darah normal berkisar antara 200.000-300.000 keping/mm³, nilai dibawah rentang tersebut dapat menyebabkan pendarahan, sedangkan nilai di atas rentang yang sama dapat meningkatkan risiko trombosis. Trombosit memiliki bentuk yang tidak teratur, tidak berwarna, tidak berinti, berukuran lebih kecil dari eritrosit dan leukosit, dan mudah pecah bila tersentuh benda kasar.

Trombosit berasal dari megakaryosit, yaitu sel raksasa yng terdapat di dalam sumsum tulang. Sel ini mempunyai bentuk diskus oval dalam aliran darah sedangkan dalam preparat bebentuk diskus sirkuler, seperti bintang atau tumpukan yang tidak teratur.

Fungsi utama dari sel ini adalam membentuk jendalan darah manakala terjadi luka sehingga mencegah kehilangan darah lebih lanjut.

 

TEKANAN DARAH

Tekanan darah adalah tekanan yang diderita oleh pembuluh darah karena adanya tenga dorongan dari jantung. Tekanan darah ditimbulkan oleh adanya proses diastole dan sistole jantung , dimana tekanan yang tertinggi terletak di dalam ventrikel sinister dan semakin ke perifer semakin berkurang.pada waktu diastole bisa turun 0 mmHg. Sedangkan pada aorta waktu cor bersistole tekanan dapat mencapai 120 mmHg, dan diastole tekanannya 80 mmHg. Tekanan dalam aorta dan arteri pada waktu diastole disebut dengan tekanan diastole. Keadaan ini bisa di tulis sebagai berikut :

Tekanan darah = 120/80 mmHg

Kegunaan tekanan darah antara lain untuk mengalirkan darah ke organ-organ dengan melalui pembuluh-pembuluh darah arteri, arteriola, kapiler dan seterusnya untuk mencukupi kebutuhan organ terhadap darah. Dengan mengetahui tinggi tekanan darah probandus kita dapat menduga kerja jantung.

Ada 2 metode pengukuran tekanan darah :

1.langsung/direct : tidak ada alat bantuyang di gunakan dalam pemeriksaan ini, jadi telinga langsung ditempelkan pada dada yang mau diperiksa

2.tidak langsung/indirect : yaitu dengan cara palpasi atau auskultasi

Kebanyakan yang digunakan adlah etode auskultasi,dengan alat bantu stetoskop dan sphygmomanometer (yaitu manometer yang dilengkapi dengan manset yang berukuran ± 40 x 15 cm). Stetoskop di tempatkan pada fossa cubitalis, sementara manset tekanan darah dipompa di sekitar lengan atas. Tekanan di dalam manset mula-mula di tingkatkan/ ditinggikan jauh di atas tekanan sistole arteri. Selama tekanan ini lebih tinggi daripada tekanan sistolik, arteri brakhialis teta kempis dan tidak ada darah yang mengalir ke dalam arteri yang lebih rendah, oleh karena itu tidak ada bunyi yang terdengar. Tetapi bila tekanan dalam manset dikurangi secara bertahap sampai di tekanan sampai tekanan di dalam manset turun di bawah tekanan sistolik darah mengalir melalui arteri d bawah manset, maka akan terdengar suara denyutan jantung, suarainilah yang disebut sistole, yang timbul karena tekanan darah didalam manset sama atau sedikit lebih rendah, maka suara tiupan makin lama jelas. Suara akan hilang secara mendadak apabila tekanan udara di dalam manset sama dengan tekanan diastole. Pada saat itu tekanan darah akan lebih tinggi daripada tekanan di dalam manset. Apabila tekanan udara di dalam manset diturunkan lagi tidak akan terdengar lagi karena tekanan darah selalu lebih tinggi dari tekanan udara dalam manset.

Pada prinsipnya bila frekuensi denyut jantung dan stroek volume naik maka tekanan darah juga akan naik begitu pula sebaliknya.

Posisi yang terbaik untuk mengukur tekanan darah adalah posisi tidur. Dalam keadaan tiduran maka banyaknya darah yang ada di kepala alat-alat visceral maupun eksteremitas-ekstremitas daripada yang didorong ke bagian-bagian badan yang letaknya di atas kedudukan jantung.

HEMOGLOBIN

Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, pada mamalia dan hewan lainnya. Hemoglobin juga pengusung karbon dioksida kembali menuju paru-paru untuk dihembuskan keluar tubuh. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi.

Mutasi pada gen protein hemoglobin mengakibatkan suatu golongan penyakit menurun yang disebut hemoglobinopati, di antaranya yang paling sering ditemui adalah anemia sel sabit dan talasemia.

ada pusat molekul terdapat cincin heterosiklik yang dikenal dengan porfirin yang menahan satu atom besi; atom besi ini merupakan situs/loka ikatan oksigen. Porfirin yang mengandung besi disebut heme. Nama hemoglobin merupakan gabungan dari heme dan globin; globin sebagai istilah generik untuk protein globular. Ada beberapa protein mengandung heme, dan hemoglobin adalah yang paling dikenal dan paling banyak dipelajari

Pada manusia dewasa, hemoglobin berupa tetramer (mengandung 4 subunit protein), yang terdiri dari masing-masing dua subunit alfa dan beta yang terikat secara nonkovalen. Subunit-subunitnya mirip secara struktural dan berukuran hampir sama. Tiap subunit memiliki berat molekul kurang lebih 16,000 Dalton, sehingga berat molekul total tetramernya menjadi sekitar 64,000 Dalton. Tiap subunit hemoglobin mengandung satu heme, sehingga secara keseluruhan hemoglobin memiliki kapasitas empat molekul oksigen:

Reaksi bertahap:

Hb + O2 <-> HbO2

HbO2 + O2 <-> Hb(O2)2

Hb(O2)2 + O2 <-> Hb(O2)3

Hb(O2)3 + O2 <-> Hb(O2)4

Reaksi keseluruhan:

Hb + 4O2 -> Hb(O2)4

Eritrosit pada hewan dewasa dibentuk di dalam sumsum tulang merah, sedangkan pada waktu masih janin juga di hasilkan oleh hati, limpa dan nodus limpatikus. Sel darah merah dewasa pada mamaliatidak berinti ,tetapi sel darah merahmuda (eritroblast) berinti. Pada bangsa aves bentuknya oval dan mempunyai inti baik yang muda maupun yang tua.

Warna merah darah di sebabkan oleh adanya hemoglobin dalam eritrosit. Hemoglobin ini yang bertanggung jawab dalam pengangkutan oksigen. Hemoglobin merupakan protein terkonjugasi yang terdiri dari 2 komponen yakni hemo (Fe + protporphirin) dan globin (suatu protein). Hemoglobin berikatan dengan oksigen membentuk oksihemoglobin dengan proses yang disebut oksigenasi, apabila hemoglobin berikatan dengan CO2 (teroksidasi) terbentuklahmethemoglobin.

Biosintesa hemoglobin dimulai dalam eritroblast dan melanjut dalam tahap-tahap perkembangan sel darah merah selanjutnya. Julah Hb dalam darah dinyatakan dalam gr/100 cc darah. Kandungan normal pada beberapa hewan adalah sebagai berikut :

-anjing                          13,5 gr%                                    -kambing               11,0 gr%

-babi dan sapi              12,0 gr%                                   -kuda                      12,5 gr%

Nilai Hb tersebut bervariasi karena dalam keadaan normal kadar Hb darah sangat tergantung pada umur, seks dan lingkungan. Merendahkan kadar Hb merupakan suatu tanda adanya anemia yang disebabkan oleh adanya defisiensi nutrisi terutama Fe dan asam amino tertentu, ketidakmampuan sumsum tulang merah, perdarahan yang hebat/berat dan meningkatnya hemolisis.

Kebanyakan sel darah merah mengalamai disintegrasi atau destruksi setelah beberapa lama didalam sirkulasi dan kemudian dipagosit oleh sel –sel retikuloendothelial sistem (RES) yang terdapat di dalam hepar, lien, sumsum tulang dan nodus limpatikus. Pada proses destruksi sel darah merah ini di hasilkan oleh pigmen empedu yang dinakan bilirubin dan biliverdin. Apabila dalam aliran darah banyak mengandungkedua bentuk pigmen ini maka membrana mukosa mata dan mulut akan bewarna kuning keadaan ini disebut icterus atau jaundice.

Anemia (an += tanpa, emia = darah) terjadi apabila jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin sangat menurun di bawah normalnya anemia secara garis besarnya dapat di klasifikasikan kedalam anemia yang berkaitan kehilangan atau peningkatan kerusakan sel darah merah dan anemia yang disebabkan oleh karena pembentukan sel darah merah kurang sempurna. Termasuk anemia bentuk pertama adalah anemia yang di akibatkan perdarahan yang akut akibat pecahnya arteria dan yang kronik antara lain karena menderita cacingan, sakit magh, perdarahan pada rahim ( uterus). Disamping itu juga akibat peningkatan, kerusakan sel darah merh antara lain disebabkan keracunan Pb dan As, malaria, hepatitis termasuk anemia bentuk kedua adalah anemia yang desabkan karena nutrisi yang jelek ternasuk defisiensi Fe, Cu, protein, Vitamin B dan C.

Kenaikan jumlah sel darah merah secara fisiologik terjadi di bawah keadaan sebagai berikut :

–          Tinggi tempat. Orang yang berasal dari daerah pegunungan yang terletak di atas 10.000 kaki, jumlah sel darah merahnya lebih tinggidaripada yang beraal di daerah pantai.

–          Latihan otot dan keadaan emosional tertentu akan menyebabkan meningkatnya sel darah merah sesaat sebagai hasil suatu peningkatan produksi sel darah merah dlam limpa yang masuk kedalam aliran darah.

–          Suhu lingkungan yang ditingkatkan, akan meningkatkan pembebasan sel darah merah yang tersimpan dalam limpa.

–          Beberapa hal yang menyebabkan tekanan oksigen dalam darah arterial cenderung merendah.

PENJENDALAN DARAH, WAKTU PERDARAHAN SERTA WAKTU PENJENDALAN.

Pendarahan terjadi apabila sebuah pembulluh darah terluka dan berhenti apabila adanya proses hemoistasis. Seekor pasien yang mengalami gangguan dalam menghentikan perdarahannya dapat disebabkan oleh vaktor vaskular (yakni ketidak mampuan pembuluh darahditempatkan luka melalui kontraksi dan retraksi atau tidak dilepaskanya serotonin oleh benda-benda darah yang kerjanya membantu kontraksi pembuluh darah), factor penjendalan darah.

Apabila darah yang keluar dari tubuh dibiarkan sementara waktu, maka akan menjendal (koagulasi) juga, sehingga terbentuk suatu masa yang menyerupai gel yang kemudian mengkerut, menghasilkan suatu jendalan yang lebih keras dan cairan jernih yang dsebut serum darah.

Penjendalan darah merupakan suatu proses yang berlangsung atas kerjasama dari berbagai factor yang dapat berasal dari dalam darah itu sendiri (factor instrinsik) dan faktordari luar pembuluh darah (faktor ekstrinsik).

Waktu perdarahan adalah waktu antara darah keluar sampai berhenti. Waktu perdarahan di perlukan untuk identifikasi danya gangguan perdarahan yang kemungkinan adanya cacat pada pembuluh darah, retraksi kapiler dan akitivitas benda-benda darah.

Waktu penjendalan darah adalah waktu antara darah keluar dari tubuh sampai drah tersebut menjendal. Waktyu ini diperlukan untuk identifikasi cacat penjendalan. Waktu penjendalan darah pada beberapa spesies sebagai berikut :

-anjing              2,5 menit                                           -kambing                         2,5 menit

-babi                 3,5 menit                                           -manusia                         5,0 menit

-sapi                  6,5 menit                                           -kuda                               11,5 menit

 

 

Ada beberapa metode untuk mengukur kadar hemoglobin darah

  1. Metode tallaquist-Adam

–          Dalam metode ini digunakan skala hemoglobin tallaquist-Adam. Warna skala menunjukan warna Hb dan sebagai standart ditentukan bahwa untuk 15,6 gr/100cc darah ditetapkan mempunyai nilai 100 %. Letakkan setetes darah segar asal ujung jari telunjuk yang telah dilukai terlebih dahulu dengan jarum lanset.

–          Lipatlah ujung kertas yang lain untuk menghisap tetesan darah yang berlebihan.

–          Angin-anginkan sebentar (jangan sampai terkena sinar matahari langsung) sampai agak mongering kertas hisap yang mengandung tetesan darah tersebut, tunggu sampai kemilau darah telah hilang.

–          Gerakkan kertas hisap di bawah skala dan cari warna skala yang bersesuaian dengan warna darah pada kertas hisap tersebut.

–          Lakukan metoda ini pada siang hari atau di bawah lampu. Dalam melakukan metoda ini usahakan darah cepat di bandingkan, sebab apabila darah terlalu lama bersinggungan dengan udara, maka HbO2 akan masuk kedalam udara yang mengakibatkan warna darah Nampak lebih gelap disbanding dengan warna normalnya.

  1. Metode Sahli

–          Dalam metode ini digunakan hemometer asisten dari doppelfanbstab. Hemometer ini mengukur kadar Hb dalam 100 cc darah.

–          Isilah kedalam tabung pengukur n/10 HCL sampai angka 2 (garis pada tabung paling bawah).

–          Bersihkan ujung jari dengan alcohol, kemudian tusuk dengan jarum francle.

–          Hisaplah 20 mm³ darah kedalam pipet kapiler sampai tepat pada garis.

–          Usaplah darah yang tercecer di ujung pipet dengan kertas saring dan tiuplah darah kedalam tabung pengukur samapai seluruh darah tercampur dengan HCL. Campuran sempurna akn diperoleh dengan menghisap dan meniup campuran larutan darah HCL. Berulang kali dengan menggunakan pipet kapiler tersebut.

–          Biarkan selama 3 menit agar terbentuk asam hematin yang bewarna coklat. Larutan yang bewarna coklat tua akan segera menjadi bening dalam waktu beberapa menit.

–          Teteskan aquadestilata dengan pipet air dan aduk pelan-pelan dengan pengaduk gelas sampai bewarna coklat sama dengan warna standart disebelah kanan dan kiri tabung pengukur.

–          Bacalah tinggi permukaan cairan dalam tabung pengukur yaitu dalam gr % (yakni gr Hb dalam 100 cc darah) dan dalam % (presentase Hb yang dihitung dibandingkan dengan Hb normal digunkan ukuran 15,6 gr Hb dalam 100 cc darah).

 

Waktu perdarahan

–          Tusukan dengan jarum francke ujung jari probandus yang telah disterilkan dengan alcohol dan bersamaan dengan itu tekanlah stopwatch.

–          Tempelkan kertas saring pada luka tersebut tiap 30 detik dengan tempat penempelan darah yang pertama pada kertas saring jangan terlalu berjauhan.

–          Hentikan penempelan pada saat menghasilkan bintik darah yang sangat kecil.

–          Catat waktu yang di perlukan.

Waktu pembekuan

–          Tusukkan dengan jarum francke ujung jari probandus yang telah disterilkan dengan alcohol dan bersamaan dengan itu tekanlah stopwatch.

–          Taruh 2-3 tetes darah di gelas obyek.

–          Tusuklah darah tersebut kemudian angkatlah dengan menggunakan jarum pentul.

–          Lakukan hal tersebut setiap 30 detik sekali sampai tampak adanya benang fibrin.

–          Catat waktunya.

 

 

 

SISTEM SIRKULASI DARAH

  1. A.      Sistem Sirkulasi pada Hewan

Sistem sirkulasi pada hewan dibedakan menjadi 3, yaitu :

Sistem difusi : terjadi pada avertebrata rendah seperti paramecium, amoeba maupun hydra belum mempunyai sistem sirkulasi berupa jantung dengan salurannya yang merupakan jalan untuk peredaran makanan. Makanan umumnya beredar keseluruh tubuh karena adanya aliran protoplasma.

Sistem peredaran darah terbuka : jika dalam peredaran-nya darah tidak selalu berada di dalam pembuluh.

Misal : Arthropoda

Sistem peredaran darah tertutup : jika dalam peredaran-nya darah selalu berada di dalam pembuluh.

Misal : Annelida, Mollusca, Vertebrata.

1. Porifera

Belum memiliki sistem sirkulasi khusus, tubuhnya terdiri atas dua lapisan sel, lapisan dalam terdiri atas sel-sel yang disebut koanosit. Koanosit berfungsi menangkap makanan secara fagosit yang selanjutnya disebarkan keseluruh tubuh oleh amoebosit.

2. Hydra

Pada dinding sebelah dalam dari tubuh Hydra berfungsi sebagai pencerna dan juga berfungsi sebagai sirkulasi.

3. Platyhelminthes

Sel mesenkim berrfungsi membantu distribusi makanan yang telah dicernakan. Makanan yang tidak dicerna dikeluarkan melalui mulut, misal pada Planaria.

4. Annelida

Memiliki sistem peredaran darah tertutup, yang terdiri dari pembuluh darah dorsal, pembuluh darah ventral dan lima pasang lengkung aorta yang berfungsi sebagai jantung, misal pada cacing tanah (Pheretima).

Arah aliran darah :

Lengkung aorta à pembuluh ventral à kapiler (seluruh jaringa tubuh) à pembuluh dorsal à lengkung aorta (pembuluh jantung).

Oksigen diabsorbsi melalui kulit dan dibawa pembuluh kapiler menuju ke pembuluh dorsal. Pertukaran darah terjadi paad kapiler. Darah cacing tanah mengandung haemoglobin yang terlarut dalam cairan darahnya.

5. Mollusca

Memiliki sistem peredaran darah tertutup. Jantung pada hewan ini sudah terdapat atrium (serambi) dan ventrikel (bilik) serta terdapat pembuluh darah vena dan arteri, misal pada keong (Pila globosa).

6. Arthropoda

Memiliki sistem peredaran darah terbuka. Jantung disebut jantung pembuluh. Darah dan cairan tubuh serangga disebut hemolimfa.

Arah aliran darah :

Bila jantung pembuluh berdenyut maka hemolimfe mengalir melalui arteri ke rongga tubuh à jaringan tubuh tanpa melalui kapiler à jantung pembuluh melalui ostium.

Fungsi hemolimfa adalah mengedarkan zat makanan ke sel-sel. Hemolimfe tidak mengandung haemoglobin sehingga tidak mengikat oksigen dan darah tidak berwarna merah. O2 dan CO2 diedarkan melalui sistem trakea.

7. Pisces

Jantung ikan terdiri :

2 ruang : meliputi 1 atrium (serambi) dan 1 ventrikel (bilik)

Sinus venosus : yang menerima darah dari vena kardinalis anterior dan vena kardinalis posterior.

Arah aliran darah :

Darah dari jantung keluar melalui aorta ventral menuju insang. Di insang aorta bercabang menjadi arteri brankial dan akhirnya menjadi kapiler-kapiler (terjadi pertukaran gas yaitu pelepasan CO2 dan pengambilan O2 dari air. Dari kapiler insang darah mengalir ke aorta dorsal, kemudian ke kapiler seluruh tubuh untuk memberikan O2 dan sari makanan serta mengikat CO2 . Selanjutnya darah kembali ke jantung melalui vena kardinalis anterior dan vena kardinalis posterior.

Peredaran ikan termasuk peredaran darah tunggal (dalam satu kali peredarannya, darah melalui jantung satu kali).

8. Amphibia

Jantung katak terdiri :

– 3 ruang : 2 atrium dan 1 ventrikel

– Sinus venosus : menampung darah dari pembuluh

besar yang akan masuk ke atrium kanan.

Arah aliran darah :

Darah yang kaya O2 dari paru-paru dan kulit masuk ke atrium kiri. Darah yang miskin O2 masuk ke atrium kanan dengan perantaraan sinus venosus. Dari atrium darah masuk ke ventrikel sehingga terjadi percampuran darah yang kaya O2 dan darah yang miskin O2 . Dari ventrikel darah yang kaya O2 dipompa ke jaringan tubuh dan pada saat darah yang miskin O2 dialirkan ke paru-paru ke kulit untuk memperoleh O2.

Peredaran darah katak termasuk peredaran darah ganda (dalam satu kali peredarannya, darah melewati jantung 2 kali).

9. Reptilia

Jantung reptilia terbagi menjadi 4 ruang, yaitu :

– 2 atrium : – 1 atrium dekster (serambi kanan)

– 1 atrium sinister (serambi kiri)

– 2 ventrikel : – 1 ventrikel dekster (bilik kanan)

– 1 ventrikel sinister (bilik kiri)

Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan belum sempurna.

Peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda.

Pada buaya, sekat ventrikel terdapat suatu lobang yang disebut foramen panizzae yang memungkinkan pemberian O2 ke alat pencernaan dan untuk keseimbangan tekanan dalam jantung sewaktu penyelam di air.

10. Aves

Jantung aves terbagi menjadi 4 ruang, yaitu :

– 2 atrium : – 1 atrium dekster (serambi kanan)

– 1 atrium sinister (serambi kiri)

– 2 ventrikel : – 1 ventrikel dekster (bilik kanan)

– 1 ventrikel sinister (bilik kiri)

Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan sempurna sehingga tidak terjadi percampuran darah yang kaya O2 dan yang miskin O2 . Peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda.

11. Mamalia

Jantung mamlia terbagi menjadi 4 ruang, yaitu :

– 2 atrium : – 1 atrium dekster (serambi kanan)

– 1 atrium sinister (serambi kiri)

– 2 ventrikel : – 1 ventrikel dekster (bilik kanan)

– 1 ventrikel sinister (bilik kiri)

Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan sempurna sehingga tidak terjadi percampuran darah yang kaya O2 dan yang miskin O2 . Peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda.

 

 

 

 

Fungsi darah :

1. Sebagai alat transport :

– O2 dari paru-paru diangkut keseluruh tubuh

– CO2 diangkut dari seluruh tubuh ke paru-paru

– Sari makanan diangkut dari jonjot usus ke seluruh

jaringan yang membutuhkan.

– zat sampah hasil metabolisme dari seluruh tubuh

ke alat pengleluaran.

– Mengedarkan hormon dari kelenjar endokrin (ke-

lenjar buntu) ke bagian tubuh tertentu.

2. Mengatur keseimbangan asam dan basa

3. Sebagai pertahanan tubuh dari infeksi kuman

4. Untuk mengatur stabilitas suhu tubuh.

2. Plasma darah (cairan darah)

a. Protein, meliputi :

– fibrinogen : untuk pembekuan darah

albumin : menjaga tekanan osmotik darah

globulin : membentuk zat kebal / zat antibodi

Berdasarkan kerjanya zat anti dibedakan :

prepsipitin : kerjanya menggumpalkan darah

lisin : memecah antigen

antitoksin : menetralkan racun

b. Sari-sari makanan, meliputi :

glukosa

asam amino

asam lemak

gliserin

c. Garam mineral, meliputi :

kation : Na+, K++, Ca++, Mg++

anion : Cl, HCO3, PO4

d. Zat hasil produksi sel, meliputi :

hormon

enzim

antibodi

e. Zat hasil sisa metabolisme, meliputi :

urea

asam ureat

f. Gas-gas pelepasan, meliputi :

O2

CO2

N2

Golongan Darah

Terdapat 3 sistem penggolongan darah pada manusia :

1. Sistem MN : golongan darah digolongkan menjadi 3 yaitu M, MN dan N.

2. Sistem Rh (Rhesus) : golongan darah manusia di golongkan menjadi 2 yaitu Rh+ dan Rh.

Orang bergolongan Rh+ di dalam eritrositnya terkandung aglutinogen Rhesus, 85% dimiliki orang berkulit berwarna. Sedang yang bergolongan Rh dalam eritrositnya tidak terdapat aglutinogen Rhesus, 85% dimiliki orang berkulit putih.

Apabila bayi bergolongan Rh+ berada dalam kandungan ibu bergolongan RH , dimanadareah ibu sudah terbentuk zat anti Rh+ , maka tubuh bayi akankemasukan zat anti Rh+, dan anak itu akan menderita penyakit kuning sejak lahir yang disebut erythroblastosis foetalis (sel-sel darah merahnya tidak dapat dewasa).

3. Sistem A, B, O : Dr. Landsteiner dan Donath membedakan glongan darah manusia menjadi 4, yaitu A, B, AB dan O.

Golongan darah A : sel darah merahnya mengandung aglutinogen A, sedang dalam plasmanya terdapat aglutinin b atau zat anti B.

Golongan darah B : sel darah merahnya mengandung aglutinogen B, sedang dalam plasmanya terdapat aglutinin a atau zat anti A.

Golongan darah AB : sel darah merah mengandung aglutinogen A dan B, sedang dalam plasmanya tidak terdapat aglutinin a dan b.

Golongan darah O : sel darah merahnya tidak terdapat aglutinogen A dan B, tetapi plasma nya mengandung aglutinin a dan b.

Aglutinogen (antigen) berarti zat yang digumpalkan, sedang aglutinin (zat anti) berarti zat yang menggumpalkan.

D

O

N

O

R

RESPIEN

A g l u t i n i n

A

B

AB

O

Aglutinin

b

a

ab

A

B

AB

O

+

+

+

+

+

+

+

Keterangan :

+ = terjadi penggumpalan

– = tidak terjadi penggumpalan

Secara teori golongan daran AB dapat menerima semua golongan darah disebut respien universal, dan golongan adrah O dapat memberi kepada semua golongan darah disebut donor universal.

Alat Peredaran Darah

Alat peredaran darah terdiri atas jantung (cor) dan pembuluh (vasa darah).

1. Jantung (cor)

Merupakan alat pemompa darah. Jantung terdiri dari otot jantung (miokardium), selaput jantung (perikardium) dan selaput yang membatasi ruangan jantung (endokardium).

Otot jantung mendapatkan zat makanan dan O2 dari arah melalui arteri koroner. Peristiwa penyumbatan arteri koroner disebut koronariasis.

Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 atrium dan 2 ventrikel.

Atrium (serambi)

Merupakan ruangan tempat masuknya darah dari pembuluh balik (vena). Atrium kanan (dekter) dan atrium kiri (sinister) terdapat katup valvula bikuspidalis. Pada fetus antara atrium kanan danatrium kiri terdapat lubang disebut foramen ovale.

Ventrikel (bilik)

Ventrikel mempunyai otot lebih tebal dari atrium, dan ventrikel kiri lebih tebal daripada ventrikel kanan, karena berfungsi memompakan darah keluar jantung. Antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri terdapat katup valvula trikuspidalis.

Saat ventrikel berkontraksi, darah dari ventrikel kiri yang kaya O2 dipompakan menuju aorta. Sedangkan darah dari ventrikel kanan yang kaya CO2 dipompakan melalui arteri paru-paru (arteri pulmonalis). Bila ventrikel mengendur (relaksasi) maka jantung akan menerima darah vari vena cava superior, dan vena cava inferior yang kaya CO2 masuk ke dalam atrium kanan. Sedangkan darah dari pembuluh balik paru-paru (vena pulmonalis) yang kaya O2 masuk ke atrium kiri.

Pada jantung yang mengempis (kontraksi) maka tekanan jantung menjadi maksimum disebut sistole. Keadaan jantung yang relaksasi (mengendur) maksimum, maka tekanan ruang jantung menjadi minimum disebut diastole.

Jantung manusia berdenyut kira-kira 70 – 80 kali setiap menit, sehingga dalam sehari ± 100.000 kali. Pada bayi yang baru lahir berdenyut ± 130 setiap menit. Umur 20 tahun ± 72 / menit dan 45 tahun ± 75 / menit.

2. Pembuluh darah

– Pembuluh nadi (arteri) : pembuluh darah yang membawa darah dari jantung.

– Pembuluh vena (balik) : pembuluh darah yang membawa darah ke jantung.

Perbedaan antara arteri dan vena.

Obyek

Arteri (pembuluh nadi)

Vena (pembuluh balik)

Dinding

Aliran

Darah

Tekanan

Letak

Katup

Nama

Tebal, elastis

Meninggalkan jantung

Kaya O2 kecuali arteri pulmonalis.

Jika terpotong darah memancar.

Agak ke dalam

Hanya satu dipangkal aorta.

Sesuai dengan organ yang dituju.

Tipis, kurang elastis

Menuju ke jantung

Kaya CO2 kecuali vena pulmonalis.

Jika terpotong, darah hanya menetes.

Di permukaan tubuh

Banyak terdapat di sepanjang vena yang besar.

Sesuai dengan organ yang ditinggalkan.

Macam-macam peredaran darah :

1. Peredaran darah kecil, melalui :

Ventrikel kanan à arteri pulmonalis à paru-paru à vena pulmonalis à atrium kiri.

Atau :

Jantung à paru-paru à jantung

2. Peredaran darah besar, melalui :

Ventrikel kiri à aorta à arteri à arteriola à kapiler à venula à vena à vena cava superior dan vena cava inferior à atrium kanan.

Atau :

Jantung à seluruh tubuh à jantung

3. Sistem portae

Darah sebelum masuk kembali ke jantung terlebih dahulu masuk ke dalam suatu organ yang disebut sistem portae.

Pada mamalia/ manusia hanya terdapat satu sistem portae yaitu sistem portae hepatica.

Pembuluh limpha (pembuluh getah bening)

1. Pembuluh limpha dada kanan (ductus limfaticus dekster).

Menerima aliran limpha dari daerah kepala, leher, dada, paru-paru, jantung, lengan kanan yang bermuara di pembuluh balik di bawah selangka kanan.

2. Pembuluh limpha dada kiri (ductus thoracikus).

Menerima aliran limpha dari bagian lain danbermuara di pembuluh balik di bawah selangka kiri. Pembuluh inimerupakan tempat bermuaranya pembuluh-pembuluh kil atau pembuluh lemak, yaitu pembuluh yang mengumpulkan asam lemak, yang diserap oleh usus.

Pada kelenjar limpha dibuat sel-sel darah putih limfosit yang berperan dalam pemberantasan kuman penyakit.

Perbedaan peredaran limpha dengan peredaran daraH

Peredaran darah

Peredaran limpha

( limpha )

1.

2.

3.

4.

5.

Sistem per-edaran.

Yang dialir kan.

Tenaga pendorong.

Zat yang di angkut.

Pembuluh-nya

Tertutup

Darah, berwarna merah.

Kontraksi otot jantung.

O2, CO2, protein, gula.

Arteri dan vena.

Terbuka

Getah bening, ber-warna kuning ke-putihan.

Kontraksi otot rangka.

Lemak (asam lemak + gliserin).

Pembuluh getah be-ning (duktus torak-sikus dan duktus limfatikus dekster)

Gangguan pada sistem sirkulasi…..

Gangguan pada sistem sirkulasi

1. Hemofili : darah sukar membeku akibat faktor keturunan (genetis).

2. Anemia : penyakit kurang darah, akibat kandungan Hb rendah, kurangnya eritrosit atau menurunnya volume darah dari normal.

3. Polistemia : kelebihan eritrosit akibat meningkatnya viskositas (kekentalan) darah.

4. Leukimia : kanker darah, akibat bertambahnya leukosit yang tidak terkendali.

5. Leukopenia : menurunnya jumlah leukosit karena infeksi kuman tifus sehingga eritrosit dapat menurun hingga 3000 per mm3.

6. Thalasemia : rendahnya daya ikat eritrosit terhadap O2 karena kegagalan pembentukan haemoglobin (eritrosit pecah). Penyakit ini genetis.

7. Sklerosis : pengerasan pembuluh nadi akibnat endapan senyawa lemak atau zat kapur.

Aterosklerosis, bila endapannya lemak.

Arteriosklerosis, bila endapannya zat kapur.

8. Trombus & embolus : penyakit jantung yang disebabkan oleh penggumpalan di dalam arteri koroner.

9. Koronarialis : penyempitan arteri koroner pada jantung.

10. Varises : pelebaran pembuluh vena dan umumnya di bentis, sedang yang di anus disebut ameien (hemoroit).

11. Hipertensi : tekanan darah tinggi.

12. Hipotensi : tekanan darah rendah.

13. Eritroblastosis fetalis : penyakit kuning bayi, karena kerusakan darah bayi yang baru lahir akibat kemasukan aglutinin dari luar.

14. Blue baby : bayi warna biru waktu lahir akibat kelainan jantung (foramen ovale tidak menutup).

C. Sistem Imunitas (Kekebalan) pada Manusia

Sel darah putih bertanggungjawab dalam respons kekebalan. Jika ada zat asing (kuman) masuk ke dalam tubuh, maka beberapa leukosit akan membuat antibodi. Antibodi adalah protein sederhana (gamaglobulin) yang dihasilkan oleh limphosit atau larut ke dalam plasma darah sebagai reaksi terhadap serangan suatu antigen.

 

 

Macam-macam kekebalan tubuh :

1. Kekebalan aktif : kekebalan tubuh yang diperoleh karena tubuh membuat antibodi sendiri, meliputi :

kekebalan aktif buatan : kekebalan tubuh yang di

peroleh setelah mendapatkan vaksinasi.

kekebalan aktif alami : kekebalan tubuh yang di

peroleh setelah seseorang sembuh dari sakit.

2. Kekebalan pasif : kekebalan yang terjadi bukan karena tubuh membuat antibodi sendiri, meliputi :

kekebalan pasif buatan : diperoleh setelah tubuh

mendapat antibodi sudah jadi yang terlarut

dalam serum. Kekalan ini bersifat sementara.

Misal suntikan ATS (Anti Tetanus Serum).

kekebalan pasif alamiah : bila kekebalan diperoleh

dari ibu selama di dalam kandungan.

Antibodi masuk dari ibu ke fetus melalui pla-

senta atau melalui air susu (ASI) setelah lahir.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KESIMPULAN

–          Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.

–          Fungsi darah :

1. Sebagai alat transport :

– O2 dari paru-paru diangkut keseluruh tubuh

– CO2 diangkut dari seluruh tubuh ke paru-paru

– Sari makanan diangkut dari jonjot usus ke seluruh

jaringan yang membutuhkan.

– zat sampah hasil metabolisme dari seluruh tubuh

ke alat pengleluaran.

– Mengedarkan hormon dari kelenjar endokrin (ke-

lenjar buntu) ke bagian tubuh tertentu.

2. Mengatur keseimbangan asam dan basa

3. Sebagai pertahanan tubuh dari infeksi kuman

4. Untuk mengatur stabilitas suhu tubuh.

–       Darah terdapat 3 macam yakni sel darah merag, sel darah putih, dan trombosit (keping darah)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

DAFTAR PUSTAKA

 

Kusumawati, Diah. 2004. Bersahabat Dengan Hewan Coba. Gadjah Mada Press.Yogyakarta.

Frandson, RD. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak IV. Gadjah Mada Press.Yogyakarta.

Ganong, W. P. 1988. Review of Medical Physiologis.Long Medical Publishing Los Atos. California.

Guyton. 1986. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Gadjah Mada University Prees. Yogyakarta.

http://makalahbiologiku.blogspot.com/2010/04/darah-katak.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Darah

http://sierra1010.wordpress.com/2009/03/25/sistem-sirkulasi-darah-pada-hewan-dan-manusia/

 

Poedjiadi, Anna.1994. Dasar dasar biokimia. Indonesia University Press. Jakarta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s