✿ NYAMUK, vampir kecil yang suka sekali darah ✿

Assalamu’alaikum wr.wb

Dsisni admin mau ngasi pengetahuan niihh… selamat membaca🙂

“Ngii….iiiiing” Menjelang fajar, tiba-tiba,”Gubrak,” aku terbangun dan mengibas-ngibaskan tangan karena suara dengingan yang berputar-putar disekitar telingaku. Kukibaskan tangan dan kakiku, tapi kesunyian itu hanya sesaat saja. Suara “ngiiiiii…iiing” malah terdengar lebih keras dari tadi. Selain itu seluruh tangan dan kakiku sangat gatal sehingga aku tak bisa tidur sama sekali. Malam ini aku terbangun dari tidur nyenyakku  untuk bertempur melawan nyamuk. Sebenarnya menyapa nyamuk selalu muncul saat musim panas, seperti vampir yang mengisap darah?

 

Darah adalah makanan utama yang hanya dimakan oleh nyamuk betina.

        Alasan kemunculan nyamuk pada musim panas adalah karena nyamuk telah terlahir sempurna pada saat musim panas yang pengap. Dalam bahasa inggris, nyamuk disebut “mosquito” yang sebenarnya berasal dari bahasa Spanyol yang berarti lalat kecil. Namun, kita salah kalo menganggap nyamuk seperti lalat yang lahir ditempat yang kotor! Namuk lebih menyukai air yang bersih, terutama didalam vas bunga atau kaleng kosong.

        Nyamuk bertelur di dalam air, kemudian telur itu menetas menjadi larva yang sering disebut jentik, lalu setelah berubah menjadi pupa, jadilah nyamuk dewasa. Nyamuk hidup dengan memakan pada bunga atau sari buah, dan sebagaimnya. Kalau begitu kenapa harus menghisap darah? Darah adalah makanan utama nyamuk betina. Nyamuk hanya melkukan satu kali perkawinan dalam seumur hidupnya. Sperma nyamuk jantan hanya disimpan dalam tubuh nyamuk betina, lalu nyamuk betina melkukan pengulangan  proses fertilisasi dan kemudian bertelur. Tetapi kalo ingin membentuk telur, nyamuk betina membutuhkan protein didalam tubuhnya. Itulah alasan mengapa nyamuk betina menghisap darah. Pada dasarnya nyamuk betina lebih menyukai darah sapi, babi, atau sebangsanya. Namun dikota, mereka juga menghisap darah manusia atau hewan ternak, tanpa pilih-pilih.

Gambar

Gambar.Daur hidup nyamuk

 

Gambar

Gambar.Perbedaan nyamuk betina dan jantan

 

Nyamuk memiliki perkakas lengkap seperti mulut pengebor, gigi gergaji dan sedotan

        Kita baru tersadar digigit nyamuk saat kulit terasa gatal, itu karena nyamuk menghisap darah dengan hati-hati, dengan jarum dimulutnya.

        jarum nyamuk tampaknya hanya ada satu, padahal sebenarnya pada bagian bawah mulut terdapat 6 buah jarum lainnya, setiap jarum memiliki fungsi yang berbeda. Dua buah jarum (rahang yang besar)memotong kulit dengan gigi gergaji. Dua buah jarum berikutnya (rahang yang kecil) melubangi pembuluh kulit seperti bor dan masuk kedalam pembuluh darah. Lalu kelenjar air liur dihubungkan dengan jarum sehingga bisa mengalirkan air liur kedalam pembuluh darah. Pada jarum terdapat zat yang mencegah darah membeku. Saat kita digigit nyamuk, zat inilah yang menyebabkan kulit terasa gatal. Nah, apabila rahang bawahnya bergerak maju mudur, artinya dia berhasil menghisap darah! Setiap kali nyamuk bertelur, mereka akan menghisap darah sampai tiga kali lipat dari berat badanya.

Gambar

Gambar.Anatomi nyamuk

 

Terinfeksi malaria atau bahkan penyakit menyeramkan seperti radang otak!

         Walaupun nyamuk membangunkan tidur nyenyak kita dengan suara “ngiii…nging” saat sayapnya bergerak, membuat kita mendonorkan darah pada mereka, dan membuat kulit kita gatal, semua itu masih mending dari pada mereka menginfeksi kita dengan penyakit mematikan seperti malaria, radang otak, demam kuning, dan demam berdarah. Namun jika kita tidak terjangkit penyakit ini, kita tetap saja kesal jika tergigit nyamuk.

       Indra penciuman nyamuk berkembang dengan mencari sasaran bau keringat yang keluar dari tubuh manusia, zat karbon dioksida yang tersebar saat kita bernafas, dan lain-lain. Selain itu, Nyamuk juga menyukai bau kaki, parfum, dan bau hormon wanita. Oleh karena itu, nyamuk sering mengigit anak-anak yang tingkat metabolismenya tinggi sehingga banyak mengeluarkan panas dan keringat, wanita yang banyak mengeluarkan hormon kewanitaanya, orang gemuk, serta wanita hamil yang memancarkan panas dan mengeluarkan karbon dioksida melalui napas, dan lain-lain. Resiko digit nyamuk berkurang jika kita mandi sebelum tidur, mengganti pakaian dalam, serta memakai celana dan pakaian tidur yang panjang. Tentu saja jika memakai obat antinyamuk akan lebih nyaman!

 

Ada ga siihh keuntungan nyamuk di mata manusia?

       sebenarnya ada jika kita menelitinya, seperti dibawah ini :

    • Dari sisi ekonomi, maka tercipta lapangan pekerjaan melalui pabrik obat nyamuk, dokter-dokter, perawat dll.
    •  Dari sisi tehnologi dan ilmu pengetahuan, maka tercipta jenis-jenis obat nyamuk seperti, obat nyamuk bakar, gel, obat nyamuk semprot,  obat nyamuk elektronik, juga mendorong manusia untuk membuat temuan-temuan baru.
    • Dari sisi manusia, maka kita harus membuat lingkungan kita menjadi bersih. 
    • Dari sisi ilmu alam, untuk memenuhi rantai makanan, karena nyamuk juga makanan bagi binatang lain. Misalnya nyamuk di makan cicak, cicak dimakan ikan, ikan dimakan ikan lainnya yang lebih besar, dan seterusnya.

 

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَحْىِ أَن يَضْرِبَ مَثَلاً مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَأَمَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلاً يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلاَّ الْفَاسِقِينَ ( QS.Al baqarah (2) : 26)

Artinya:

“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Rabb mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan:”Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?”. Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan oleh Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberinya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik” ( QS.Al Baqarah (2) : 26)

 

Semoga bermanfaat🙂

✿ PARASIT yang hidup dengan menempel pada usus ✿

     Assalamu’alaikum wr.wb

       “sruk sruk”, saat itu tengah malam, aku terbangun karna sangat gatal disekitar dubur. Tapi walaupun sudah digaruk, rasa gatal tidak juga hilang. Sebenarnya serangga apa yang masuk kedalam duburku? Kulepaskan celana dalamku untuk mencari tahu penjahat apa yang mengganggu tidur pulasku. Tampaklah ada cacing yang terlihat seperti benang putih yang sangat kecil dan halus, yang menempel pada celana dalamku!

Parasit yang tak tahu malu mengisap sari makanan sedikit demi sedikit

       Parasit adalah sebutan bagi makhluk hidup yang menempel pada makhluk hidup lain sambil menghisap sari makananya. Tentu saja hampir pada seluruh bagian perut kita juga terdapat parasit. Mereka menumpang tanpa izin dan makan gratis sambil melahirkan banyak keturunan.

       Parasit yang tak tahu malu ini banyak hidup di berbagai tempat bagian dalam perut, seperti usus besar atau usus dua belas jari. Makanan yang dicerna dalam perut kita akan dimakan oleh parasit tanpa henti walaupun meeka dalam keadaan diam. Inilah alasan mengapa sebagaian organ pencernaan parasit tidak berkembang. Namun di lain sisi, Ada satu organ yang terus berkembang, yaitu organ reproduksi yang menghasilkan keturunan. Parasit yang hidup didalam perut seperti cacing gelang, cacing kremi, cacing tambang, cacing pita dan lain-lain. Sebagian besar telur atau larva akan masuk ke tubuh kita melalui mulut atau kulit. Telur/larva masuk dengan cara menempel pada makanan, atau terkadang langsung melubangi kulit.

cacing tambang, cacing kremi, dan cacing gelamg yang tipis dan halus

       Telur/larva parasit yang masuk kedalam tubuh kita setelah dewasa akan pindah ke tempat yang mereka sukai. Masing-masing jenis  parasit memilih tempatnya sendiri-sendiri di antara parasit-parasit ini, yang paling terkenal yang memiliki tubuh tipis dan halus sepeti benang adalah cacing gelang, cacing kremi dan cacing tambang. Parasit ini termasuk kelompok hewan hermaprodit yang memiliki kelamin ganda (jantan dan betina).

       Cacing gelang adalah parasit paling banyak masuk lewat mulut saat berbentuk telur. Saat menjadi larva, mereka akan melubangi usus, masuk kedalam darah sampai sampai ke paru-paru. Kemudian merak akan merangsang terjadinya batuk, dan saat larva terdorong ke kerongkongan, mereka akan tertelan lagi dan masuk ke usus untuk menjadi cacing dewasa. Setelah itu mereka akan menetap didalam usus, sambil bersantai memakan sai makanan dan bertelur. Mereka menghasilkan sekitar 200 ribu telur per hari.

Gambar

 

 

Gambar.Cacing gelang (Ascaris lumbricoides)

Gambar

 

Gambar.Siklus hidup cacing gelang

 

       Cacing kremi yang sering menyerang anak-anak, masuk melalui mulut saat menjadi telur, sama seperti cacing gelang. Setelah dewasa, mereka akan menetap dalam usus besar. Tetapi, bedanya hanya pada malam hari cacing kremi betina akan bergerak menuju dubur dan bertelur disekitar dubur. Inilah mengapa semalaman dubur terasa gatal. Bagaimana kalau pada saat ini menggaruk pakai tangan? Hiiiyyyy! Telur akan masuk ke kuku dan kemungkinan besar akan masuk ke mulut! Namun, selain rasa gatal cacing kremi tidak menyebabkan luka serius, seperti cacing tambang masuk ketubuh kita dengan melubangi kulit saat menjadi larva. Cacing tambang adalah vampir yang menghisap darah dan menggigit dinding usus dengaan gigi-gigi tajam di mulutnya.

Gambar

Gambar.Cacing kremi (Enterobius vermicularis)

Gambar

Gambar.Siklus cacing kremi

Gambar

Gambar.Cacing tambang (Ancylostoma duodenale)

Gambar

Gambar.siklus hidup cacing tambang

 

Berapa bagian tubuh cacing pita yang berhubungan, panjangnya seperti kereta api

        Selain parasit-parasit yang disebutkan di atas, ada jenis parasit lain yang hidup didalam usus, yaitu cacing pita. Ribuan bagian tubuh cacing pita yang pipih ini bila disambungkan panjangnya  bisa mencapai 9 meter.

        Proses reproduksi keturunanya pu unik. Setelah menancapkan diri ke dinding usus dengan kait di kepala, mereka membuat bagian tubuh yang baru. Bagian tubuh yang baru dibuat berjenis kelamin betina, tetapi bagian tubuh yang alam akan berubah menjadi jantan, stelah itu barulah terjadi pembuahan. Kemudian saat bagian tubuh itu dipenuhi telur, telur-telur tersebut akn dikeluarkan bersama kotoran. Cacing pita biasanya terdapat dan masuk melalui ikan , daging sapi, daging babi yang kurang matang, dan lain-lain. Apabila dalam tubuh terdapat banyak cacing pita, kita akan terserang gizi buruk dan anemia.

       Dahulu kala banyak orang yang terserang sakit kepala, anemia, atau infeksi buruk karena infeksi parasit. Oleh karena itu, dulu di sekolah-sekolah diadakan penelitian terhadap tinja. Para siswa diminta membawa tinja yang dimasukkan kedalam kantong. Setelah itu mereka diberi tugas untuk mengelompokan parasit yang terkandung didalamnya. Tentu saja sekarang sekolah tidak melakukan penelitian tinja lagi. Namun, ada rumah sakit yang meneliti parasit dengan cara tersebut. Selain itu, ada juga penelitian terhadap cacing kremi yang tinggal di sekitar dubur, yang dilakukan dengan cara menempelkan selotip. Nggak perlu dijelaskan apa yang terjadi selanjutny, kau akan menebaknya, kan!

Gambar

 

Gambar.Cacing pita (Taenia )

Gambar

 

Gambar.Siklus hidup cacing pita

 

Menghilangkan lemak dan menyembuhkan penyakit menggunakan parasit?

      1. Cacing gelang obat diet yang manjur

          pada abad pertengahan, orang-orang menggunakan cacing gelang sebagai obat diet. Cacing gelang memakan makanan yang kita makan didalam usus. Oleh karena itu, dipercaya bahwa dengan adanya cacing gelang didalam usus, walaupun kita banyak makan, kita tak perlu mengkhawatirkan timbunan lemak.

         namun perlu di khawatirkan juga, jika cacing tersebut terlalu banyak maka dapat menyumbat kelancaran pembuluh darah. Lebih baik kita hidup sehat dengan makan teratur dan makan berserat serta bervitamin seperti, sayuran dan buah-buahan, betul kan!

       2. Telur cacing cambuk yang di gunakan pada pengobatan alergi.

          Ada alasan mengapa para ilmuan tidak lagi mengatakan bahwa alergi di sebabkan karena infeksi parasit. Penelitian yang mereka lakukan menunjukan bahwa penyakit chorm yang disebabkan alergi justru bisa diobati dngan efektif menggunakan telur cacing cambuk.

Apasih gejalanya jika kita terkena cacingan?

       Akan lebih baik jika kita mengetahui beberapa gejala cacingan, agar kita dapat mengatasinya sedini mungkin, adapun gejala cacingan antara lain :

  1. Badan terasa lesu dan lemas akibat kekurangan darah karena dihisap oleh cacing
  2. Berat badan yang kurang dari ukuran normal, karena nutrisi yang harusnya diserap oleh tubuh diserap oleh cacing
  3. Batuk yang sudah lama dan tidak juga sembuh akibat cacing yang bersarang di paru-paru
  4. Perut terasa nyeri dan juga diare

Lalu pengobatan dan cara pencegahanya seperti apa?

       Ada berapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati cacingan, antara lain :

  1. Menggunakan obat cacing, dengan pemberian sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter
  2. Menggunakan obat herbal seperti daun pepaya, pare, tanaman putri malu, dan buah pinang

       Lebih baik mencegah daripada mengobati, agar kita bisa terhindar dari cacingan biasakanlah untuk melakukan hal-hal berikut:

  1. Biasakanlah cuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah makan, setelah buang air, dan setelah bermain
  2. Jangan membiarkan kuku panjang dan kotor, karena itu bisa menjadi tempat larva cacing. Biasakanlah untuk memotong kuku secara teratur, sehingga kuku tetap bersih dan terhindar dari cacingan
  3. Usahakanlah agar sanitasi lingkungan tempat tinggal tetap dalam keadaan bersih
  4. Menjaga kebersihan makanan yang kita konsumsi, akan lebih baik jika kita mengkonsumsi makanan yang kita masak / olah sendiri.

Semoga bermanfaat🙂

Jazakumullah Khoir🙂

Wassalamu’alaikum wr.wb

✿ KECOA, raja yang memiliki ketahan hidup yang tinggi ✿

Fyuuuu…. kecoaku yang imut !

       Di australia, dibandingkan kucinga ataupun anjing, memelihara kecoa tidak terlalu banyak memerlukan banyak biaya untuk perwatanya. Maka popularitasnyakecoa sebagai hewan peliharaan di indonesi cukup tinggi. Tentu saja kecoa ini bukan kecoa biasa, melainkan kecoa raksasa yang bisa hidup 10 tahun lamanya, dan kalau dirawat akan sebesar telapak tangan manusia. Bukan hanya orang-orang ini yang mencintai kecoa. Di Thailan pernah diadakan pemakaman masal 1.000 ekor kecoa yang telah dikembangbiakkan secara ilegal. Pada acara ini, orang-orang yang mencintai kecoa berkumpul dan menenangkan roh kecoa mereka.

“BRUK !!” Kardus pindahan yang berisi buku terhempas ke lantai kamar. Saat itu, isi kotak bergetar seperti gempa yang sangat dahsyat, tapi seketika suasana menjadi sunyi. Apa yang terjadi ? Segeralah setelah itu, terdengarlah suara dari kotak “srek-srek”. Sebenarnya ada apa sih ?.

 

Kecoa si fosil hidup

” Fyuuuuh.. aku selamat ! Tapi situasi belum benar-benar aman. Belum waktunya membangun sarang, karena pemilik rumah bisa tahun dan kami tak bisa menghindari pertempuran yang mencekam, dan terjadilah penggusuran.” kata kecoa.

       Yikksss….kecoa, hewan yang mendengar namanya saja sudah bikin kepala sakit dan tubuh gatal-gatal itu, hidup berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah yang lainsecara sembunyi-sembunyi seperti pencuri.

       Ada lebih sekitar 53 juta spesies kecoa yang hidup sjak permulaan zaman. Saat ini terdapat 7 varietas kecoa yang hidup di korea selatan (Red;”bagaimana di Indonesia?). Kecoa yang bisa mengganggu masyarakat dan tinggal di rumah-rumah, mayoritas kecoa amrika dan kecoa jerman (Red:Turis kali yeee) . Kecoa jerman (Blatella germanica) bertubuh kecil, sedangkan kecoa amerika ( Periplaneta americana) bisa terbang dan memiliki tubuh yang besar.

       Nenek moyang kecoa pada fase awalbumi telah hidup lebih dari 3,5 miliar tahun SM yaitu pada Zaman Palaezoikum, lebih awal dari yang sering disebutkan sebagai zaman kehidupan dinosourus (Zaman Mesozikum). Oleh karena itu, kecoa, yang bisa bertahan hidup sangat lama dan tidak punah, dari dulu sampai sekarang disebut dengan fosil hidup. Bagaimana mereka bisa bertahan hidup selama itu? Jika memang sekuat itu, akan kah ada uji coba menerbangkan kecoa ke luar angkasa? (Red:Bisa dicoba).

Pemakan segala, bertelur banyak, pandai kabur.

       Alasan mengapa kecoa dapat bertahan hidup hanya satu, yaitu mereka mampu beradaptasi pada kondisi atau lingkungan apapun. Asalkan suhu dan kelembapan cocok, serta ada makanan, mereka bisa hidup dimanapun didunia ini.

       Makananya? Aapa saja dimakan, dari kertas, kulit, cip komputer, sabun, sampai bangkai hewan paling busuk sekalipun! Sepertinyakalau kita mencari makan apa yang tidak bisa dimakan oleh kecoa, jawabanya mungkin tidak ada. Yang paling penting dari semua hal ini adalah bahwa kecoa bertelur secara membabi buta. Dan perbedaanya dengan serangga lain, kecoa bertelur sepanjang tahun! Dalam setahun, seekor kecoa betina bisa menelurkan 400 ribu butir telur. subur banget,kan? Selain itu, mereka punya banyak keunikan.

       Salah satunya adalah saat menyadari adanya bahaya, mereka akan kabur engan cepat. Kemanapun lari kecoa yang kaget juga merupakan satu poin penting. Pada kedua ujung perut kecoa terdapat antena ekor (indra perasa) yang dapat mengetahui gesekan sekecil apapun (Red:berarti yang biasanya tertangkap mungkin yang sudah tua kali ya?), sehingga dapat memberitahukan adanya bahaya. Pada antena ekor juga terdapat sirine. Kemampuan reflek kecoa ini bila ibandingkan dengan kemampuan manusia, bisa setara dengan kecepepatan 5 buah kapal. Inilah beberapa alasan mengapa kecoa sulit di tangkap.

Tidak akan mati walaupun bumi musnah

        selain kecepatan mereka untuk kabur, ada alasan lain kenapa kecoa sulit di tangkap. Kecoa suka sekali berlalu-lalang ketika orang-orang sedang tertidur lelap ditengah malam. Mereka juga suka menyelinapkan badanya dan tinggal didalam lubang stop kontak, bahkan didalam komputer. Kecoa menyukai tempat yang kotor, seperti tumpukan sampah dan saluran pembuangan. Mereka mengikuti kotoran yang dibuangnya atau kotoran yang dibuang kawanya, serta suka memuntahkan makanan yang dimakannya, sehingga dapat menyebarkan virus. Oleh karena itu, kita tidak boleh membiarkan begitu saja.

       “Pssssttttt”, Semburan insektisida, perangkap kecoa, umpan pada wadah makanan terlihat seperti medan pertempuran yang mematikan, asap insektisida yang mencekik kecoa….Manusi membuat segala macam perangkap dan menyemprotkan segala insektisida beracun untuk membasmi kecoa. Tetapi walaupun pada saat itu tidak ada air, mereka tetap dapat hidup selama 90 haridan bisa tetap hidup kaki atau antenya dipotong. Hebatnya lagi, kecoa masih bisa mengeluarkan telur yang ada didalam perutnya. Walaupun cara membasmi kecoa terus berkembang, kecoa tetap bisa beradaptasi di lingkungan manapun. Bahkan, walaupun bumi ini musnah! Mereka bersembunyi didalam kegelapan, lalu mamakan apapun yang ada, dan me;lahirkan keturunan. Selamanya…..

Hiiiyyyyy apa sih penyakitnya

       Di antara spesies yang paling terkenal adalah kecoa Amerika (Periplaneta americana) yang memiliki panjang 3 cm. Meski kecoa amerika namun kecoa ini yang biasanya ada di rumah rumah  dan juga beberapa spesies kecoa seperti Kecoa Jerman, Blattella germanica, dengan panjang ±1½ cm, dan kecoa Asia, Blattella asahinai, dengan panjang juga sekitar 1½ cm. Kecoa sering dianggap sebagai hama dalam bangunan, walaupun hanya sedikit dari ribuan spesies kecoa yang termasuk dalam kategori ini.
 
Adapun penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kecoa ini adalah :
 
1. Tifus
 
Tifus atau typhoid fever adalah suatu penyakit infeksi bakterial akut yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Di Indonesia penderita tifus atau disebut juga demam tifoid cukup banyak, nyaris tersebar di mana-mana, ditemukan hampir sepanjang tahun, dan paling sering diderita oleh anak berumur 5 sampai 9 tahun.
 
Penyakit ini dihantarkan oleh kecoa melalui makanan yang dihinggapinya, buruknya lingkungan dan kurangnya rasa peduli akan kebersihan akan membuat penyakit ini sulit untuk di deteksi.

2. Diare

 
Diare (atau dalam bahasa kasar disebut menceret) (BM = diarea; Inggris = diarrhea) adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan. Di Dunia ke-3, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 1,5 juta orang per tahun.
 
3. Tuberkulosa(TBC)
 
Tuberkulosis atau TB (singkatan yang sekarang ditinggalkan adalah TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang. Ini juga salah satu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Jika diterapi dengan benar tuberkulosis yang disebabkan oleh kompleks Mycobacterium tuberculosis, yang peka terhadap obat, praktis dapat disembuhkan. Tanpa terapi tuberkulosa akan mengakibatkan kematian dalam lima tahun pertama pada lebih dari setengah kasus.

4. Kolera

 
Kolera (juga disebut Asiatic cholera) adalah penyakit menular di saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakterium Vibrio cholerae. Bakteri ini biasanya masuk ke dalam tubuh melalui air minum yang terkontaminasi oleh sanitasi yang tidak benar atau dengan memakan ikan yang tidak dimasak benar, terutama kerang. Gejalanya termasuk diare, perut keram, mual, muntah, dan dehidrasi. Kematian biasanya disebabkan oleh dehidrasi. Kalau dibiarkan tak terawat kolera memiliki tingkat kematian tinggi. Perawatan biasanya dengan rehidrasi agresif “regimen” biasanya diantar secara intravenous, yang berlanjut sampai diare berhenti.

5. Hepatitis

 
Hepatitis adalah peradangan pada hati karena toxin (racun), seperti kimia atau obat ataupun agen penyebab infeksi. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut “hepatitis akut”, hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut “hepatitis kronis”. (sehatsangatpenting.blogspot)Gambar
 
Gambar. Kecoa Madagaskar (Australia)
 
Eh eh eh ternyata kecoa mempunya sisi lain yang mengejutkan!
     
 *kecoa tahan radiasi nuklir*

Penelitian terakhir dari Iowa University, AS, menemukan bahwa kecoa tahan terhadap radiasi hingga 105.000rems ( manusia hanya tahan bila tekena radiasi kurang dari 800 rems )

Sel-sel kecoa membelah hanya pada saat siklus molting, sekitar sekali seminggu. Maka mereka bersifat sensitif pada radiasi hanya sekitar 48 jam, atau 1/4 minggu. Manusia memiliki darah dan immune stem-cell yang membelah secara konstan. Dengan radiasi bom nuklir, semua manusia akan mati, namun hanya 1/4 dari kecoa yang akan bertahan hidup.

Yang menarik, Mythbusters melakukan tes dan ternyata kecoa dapat hidup pada intensitas radiasi 10x yang dibutuhkan untuk membunuh manusia. Jadi..terjadi bencana atom atau serangan nuklir di muka Bumi, maka manusia yang akan musnah dan kecoa yang berkuasa.

*kecoa mampu hidup tanpa kepala*

Kehebatan kecoa yg lain yaitu kecoa masih mampu bertahan hidup walau kepalanya sudah tidak ada. Ini karena kecoak gak perlu otak sebagai alat pengendali gerak tubuhnya, kecoa juga gak butuh kepala buat bernapas, dan kehilangan kepala juga gak membuat dia kehabisan darah. kehilangan kepala hanya menyebabkan kecoa kehilangan arah (karena sungut dan matanya terletak di kepala) dan tidak bisa makan yang menyebabkannya mati kelaparan dalam waktu hingga 30 hari setelah kepalanya terlepas

*kecoa tahan banting*

Kehebatan lainnya, kecoa termasuk spesies serangga “tahan pukul.” Jika tidak sampai hancur atau remuk, kecoa bisa menahan benturan dan mampu bertahan hidup walau menderita luka. Memang mekanisme pertahanan akan merespons pukulan dengan gerakan diam seolah mati, tapi setelah itu ia akan melarikan diri. Ketahanan tubuhnya terhadap benturan disokong oleh lapisan pelindung di sekujur tubuhnya.
jadi klo agan bunuh kecoa cuman di geplak doang trus kecoanya diem gak gerak, itu elum tentu mati tuh kecoanya, geplak2in lagi aja sampe mejret, haha..

*sistem motorik kecoa digunakan dalam bidang robotik*

Dengan mengamati sistem senso-motorik kecoa, dewasa ini dikembangkan berbagai kegunaan praktis dari keunggulan sistem tsb. Misalnya saja para ahli robotik, kini berusaha mengembangkan robot yang memiliki dua sistem sensorik independen. Bidang terapan dari senso-motorik buatan ini, juga cukup luas. Mulai dari produk untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mobil misalnya, sampai ke robot penjelajah untuk misi luar angkasa. Di masa depan, robot penjelajah planit Mars sekelas Spirit atau Opportunity misalnya, bisa dilengkapi sirkuit pengendali ganda, yang berfungsi independen persis seperti sistem senso-motorik kecoa. Jika salah satu sistem macet, yang lainnya tetap berfungsi. Dengan begitu kehandalan misinya dapat dijamin.

Robot yang meniru sistem saraf motorik kecoa, dikembangkan oleh para peneliti robotik di Universita Case Western di Cleveland Ohio, AS, masing-masing Daniel Kingsley, Roger Quinn dan Roy Ritzman, menunjukan bahwa dengan meniru sistem ganda saraf kecoa, terbukti robotnya menjadi lebih handal. Robot berbentuk mobil atau rover seperti penjelajah Mars, akan mengalami kesulitan besar jika salah satu rodanya macet atau sistem pengendaliannya rusak. Namun dengan meniru sistem saraf motorik kecoa, hambatan semacam itu dapat ditanggulangi segera.

*kecoa membantu dalam bidang medis*

Para ilmuwan di india yg sedang mengembangkan teknologi jantung buatan menggunakan jantung kecoak sebagai model, sebuah prototype yg dihasilkan mampu memberikan sebuah jantung buatan yang lebih murah dan lebih bisa diandalkan untuk dicangkok dibanding dengan jantung buatan yang sekarang ada.

Kunci utama jantung buatan tersebut berkaitan dengan sistem pernafasan kecoak yang sangatunik. Kecoak memiliki 13 bilik pemompa darah, sedang manusia hanya memiliki 4. Jika sebuah bilik jantung manusia tidak mampu memompa maka dia akan mendapatkan serangan jantung yang sangat fatal, tapi dengan jantung yang memiliki 13 bilik ini, jantung akan tetap mampu memompa meskipun 1 bilik mengalami kerusakan.

Jantung kecoak yang memiliki 13 bilik membuatnya mampu untuk tetap bertahan meskipun salah satunya mengalami kegagalan, tapi hal itu tidak bisa terjadi pada manusia.
Model yang mereka buat berbasis pada sistem kerja jantung kecoak, dimana mereka membuat mekanisme tekanan menjadi lebih terperinci. Jadi meskipun salah satu bilik gagal, orang yang menggunakan jantung ini masih bisa hidup.
Jantung buatan ini tidak menekan komponen lain (elemen pemompa) dan menggunakan tekanan yang rendah pada sel darah, ini kata Professor Sujoy Guha sang pemimpin tim penelitian.

10 orang anggota tim penelitian di Indian Institute of Technology (ITT) yang berada di barat Bengal ini menghabiskan hampir 3 tahun waktunya untuk mengembangkan jantung buatan ini dengan menggunakan bahan metal dan plastik.
Jantung buatan ini merupakan terobosan baru dan lebih maju dibandingkan dengan jantung buatan yang sekarang ada di pasaran, dimana pemompaan darah masih tergantung pada sebuah bilik. Ini adalah sebuah kemajuan tetapi merupakan satu hal yang rumit. Akan membutuhka

*kecoa mampu hidup di luar angkasa*

Menurut Anatoly Grigoryev,seorang wakil presiden akademi ilmu pengetahuan rusia,” Kecoak mampu hidup selama 18 bulan di luar stasiun luar angkasa dan diperkirakan bisa hidup di planet yang dihuni oleh alien” Grigoryev mengambil sample penelitian kecoa-nya dari afrika. Kecoak dari afrika ini dipilih karena bisa hidup didaerah yang sangat ekstim,yaitu minus 150 derajat celcius(dingin banget) dan si kecoak ini juga bisa bertahan hidup dengan suhu yang panas sekitar 60 derajat celcius.n 3 tahun lagi untuk memasarkan produk ini.

Saat ini produk ini sedang diujicobakan ke binatang, memerlukan beberapa tahun untuk dicobakan ke manusia, kata Professor Sujoy Guha lagi. Diperkirakan harga jantung buatan ini bakal berkisar 100.000 rupee yang hampir sama dengan $2000. Ini 30 kali lebih murah dibandingkan jantung buatan yang ada dipasaran saat ini. (www.kaskus.us)

Ternyata kecoa juga punya kelebihan lhoo…

      Kecoa biasanya dilihat sebagai hewan yang membahayakan kesehatan, bisa ditemukan di tempat lembab dan hotel yang kotor.

      Namun, para ilmuwan percaya bahwa mereka bisa memegang rahasia untuk memperlakukan serangga yang paling tangguh itu.

      Menurut laporan Daily Mail, pengujian telah menemukan jaringan dari otak dan sistem saraf serangga bisa membunuh lebih dari 90 persen infeksi MRSA dan E-coli tanpa merugikan sel manusia.

      Simon Lee, seorang peneliti pascasarjana dari University of Nottingham, mengatakan, kecoa memiliki sifat antibiotik yang kuat setelah menemukan sembilan molekul yang berbeda dalam jaringan kecoa yang beracun bagi bakteri.

      “Kami berharap molekul akhirnya dapat dikembangkan menjadi obat untuk E-coli dan infeksi MRSA yang semakin rawan terhadap obat-obatan saat ini,” katanya.

       Antibiotik baru ini, menurut Kee, berpotensi memberikan alternatif lain untuk obat yang tersedia saat ini. Obat-obatan saat ini mungkin efektif, tetapi memiliki efek samping yang serius dan tidak diinginkan.

       Dia menambahkan bahwa serangga sering hidup dalam lingkungan yang tidak sehat dan tidak higienis, di mana mereka menghadapi berbagai jenis bakteri. Oleh karena itu, logis cara-cara serangga mengembangkan pertahanan untuk melindungi diri terhadap mikro-organisme.

       Penelitian Mr Lee difokuskan pada studi tentang sifat-sifat khusus dari molekul antibakteri yang saat ini sedang diuji pada serangga super tersebut.

       Menurut Society for General Microbiology, industri farmasi menghasilkan lebih sedikit antibiotik baru karena kurangnya insentif keuangan sehingga permintaan tinggi untuk sumber-sumber alternatif obat baru.

       Mr Lee akan memaparkan penemuannya di hadapan teman ilmuwan di pertemuan masyarakat musim gugur di University of Nottingham.

        Dr Naveed Khan bertugas mengawasi kerja Lee. Dia berkata, “Serangga super seperti MRSA telah mengembangkan perlawanan terhadap standar terapi dan perawatan yang kami lakukan.”

        “Mereka telah menunjukkan kemampuan untuk infeksi yang tidak dapat diobati, dan telah menjadi ancaman utama dalam perjuangan kita melawan penyakit bakteri. Jadi, ada kebutuhan terus-menerus untuk menemukan sumber tambahan antimikroba baru untuk menghadapi ancaman ini.”

JAKARTA, KOMPAS.com

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh). ( QS.Huud (11) : 6 )

 

 

Semoga bermanfaat :) 

faktor faktor yang mempengaruhi kerja enzim

BAB I

PENDAHULUAN

Enzim adalah suatu protein dan dihasilkan oleh sel hidup. Enzim adalah protein yang mempunyai fungsi khusus. Enzim bekerja dalam mengkatalisis reaksi kimia (biokimia) yang berlangsung didalam sel itu sendiri. Sebagai contoh adalah enzin α-amylase (dikenal juga enzim ptyalin) yang berperan dalam mengkatalisis reaksi pemecahan pati menjadi unsur penyusunya yang lebih sederhana. Enzim ini di hasilkan secara alami di mulut bersam-sama dengan ludah (saliva).

Dalam tubuh manusia sendiri terdapat berjuta-juta enzim yang mana peran masing-masing enzim tersebut sangat spesifik. Untuk itulah kemudian ada suatu system  penamaan enzim. Dalam tata cara penamaan enzim, biasanya diawali dengan nama substrat dan di akhiri dengan akhiran –ase. Sebagai contoh enzim sucrose, enzim ini berperan secara spesifik dalam menghidrolisis sukrosa. Lalu ada lagi enzim lipase, yang berperan dalam hidrolisis lemak (lipid).

 

Secara internasional enzim dikelompokkan menjadi 6 kelas yaitu :

  1. Oksidoreduktase : enzim yang berperan dalam pemindahan electron (redoks).
  2. Transterase : enzim yang berperan dalam pemindahan gugus fungsionil.
  3. Hidrolase : enzim yang membantu dalam proses hidrolisis (pemindahan gugus fungsional ke air).
  4. Liase : enzim yang berperan dalam penambahan gugus pada ikatan ganda atau sebaliknya.
  5. Isomerase : enzim yang berperan dalam reaksi pemindahan dalam molekul menghasilkan bentuk isomer.
  6. Ligase :  emzim yang membantu dalam reaksi pembentukan ikatan C-C, C-S, C-O, dan C-Noleh reaksi kondensasi yang berkaitan dengan Penguraian ATP. (Thenawijaya: 1988)

Tubuh kita merupakan laboratorium yang sangat rumit, sebab di dalamnya terjadi reaksi kimia yang beraneka ragam. Penguraian zat-zat yang terdapat dalam makanan kita, peggunaan hasil uraian untuk memperoleh energy, penggabungan kembali hasil uraian untuk membentuk persediaan makanan dalam tubuh serta banyak macam reaksi lain yang apabila dilakukan di dalam laboratorium atau in vitro membutuhkan keahlian khusus serta waktu yang lama. Reaksi atau proses kimia yang berlangsung dengan baik dalam tubuh kita ini dimungkinkan karena adanya katalis dalam tubuh yakni enzim.

Berzelius pada tahun 1837 mengusulkan nama ‘katalis’ untuk zat-zat yang dapat mempercepat reaksi tetapi zat itu sendiri tidak ikut bereaksi. Proses kimia yang terjadi dengan pertolongan enzim telah dikenal sejak zaman dahulu. Dahulu proses fermentasi dianggap hanya terjadi dengan adanya sel yang mengandung enzim. Anggapan tersebut berubah setelah Buchner membuktikan bahwa cairan yang berasal dari ragi tanpa adanya sel hidup dapat menyebabkan terjadinya fermentasi gula menjadi alkohol dan karbondioksida.

Pengetahuan tentang enzim atau enzimologi sejak 1926 berkembang dengan cepat. Dari hasil penelitian para ahli biokimia ternyata bahwa banyak enzim mempunyai gugus bukan protein, jadi termasuk protein majemuk. Enzim semacam ini (holoenzim) terdiri atas protein (apoenzim) dan suatu gugus bukan protein. Sebagai contoh, enzim katalase terdiri atas protein dan ferriprotorfirin. Ada juga enzim yang terdiri atas protein dan logam.

Enzim memiliki tenaga katalitik yang luar biasa, yang biasanya jauh lebih besar dari katalisator sintetik. Spesifisistas enzim amat tinggi terhadap substratnya, enzim mempercepat reaksi kimiawi spesifik tanpa pembentukan produk samping, dan molekul ini berfungsi di dalam larutan encer pada keadaan suhu dan pH normal. Hanya sedikit katalisator non-biologi yang dilengkapi dengan sifat-sifat ini.

Enzim memberikan dampak kepada banyak bidang pengetahuan biomedis. Pada saat sel mengalami cedera (misalnya akibat suplai darah yang terganggu atau akibat inflamasi), enzim-enzim tertentu akan merambas ke dalam plasma. Pengukuran aktivitas enzim tersebut dalam plasma darah telah menjadi bagian integral tindakan diagnosis untuk penyakit-penyakit yang penting

Berbagai faktor penting misalnya konsentrasi enzim serta substrat, suhu, pH, dan inhibitor yang mempengaruhi pengukuran kadar aktivitas enzim. Karena aktivitas enzim meningkat bersamaan dengan peningkatan suhu, laju berbagai proses metabolisme, akan mengalami peningkatan yang bermakna.

 

 

 

 

Aktivitas enzim

            Aktivitas enzim ternyata dipengaruhi banyak factor. Faktor-faktor tersebut nebebtukan afektivitas kerja suatu enzim. Apabila factor tersebut berada dalam kondisi yang optimum, maka kerja enzim juga akan maksimal.

Beberapa faktor  yang mempengaruhi kerja enzim :

1. Suhu  (temperature)

Oleh karena reaksi kimia dapat dipengaruhi oleh suhu, maka reaksi yang menggunakan katalis enzim dapat dipengaruhi oleh suhu. Pada suhu rendah reaksi kimia berlangsung lambat, sedangkan pada suhu yang lebih tinggi reaksi berlangsung lebih cepat. Disamping itu, karena enzim itu adalah suatu protein, maka kenaikan suhu dapat menyebabkan terjadinya proses denaturasi. Apabila terjadi proses denaturasi, maka bagian aktif enzim akan terganggu dan dengan demikian konsentrasi efektif enzim menjadi berkurang dan kecepatan reaksinya pun akan menurun. Kenaikan suhu sebelum terjadinya proses denaturasi dapat menaikkan kecepatan reaksi.

Peningkatan suhu meningkatkan reaksi enzim yang terkatalisis dan yang tidak terkatalisis dengan cara meningkatkan energi kinetic dan frekuensi tubrukan dari besarnya molekul. Bagaimanapun energy panas dapat meningkatkan energy kinetic dari enzim ke titik yang mana kelebihan energy pelindung untuk dapat mengganggu interaksi non-kovalen yang berfungsi mengatur struktur tiga dimensi dari enzim. Cincin polipeptida kemudian mulai terbuka atau terdenaturasi, yang disertai dengan pengurangan kecepatan dari aktivitas katalisis. Pada temperatur tertentu sebuah enzim berada dalam keadaan stabil, konformasi,

kompetensor katalisis tergantung suhu normal sel, yang mana enzim itu berada. Enzim pada umumnya stabil pada temperatur 45-55°C. Sebaliknya, enzim pada mikroorganisme termofilik yang berada pada sumber mata air panas gunung berapi, atau pada lubang hidrotermal bawah laut dapat stabil pada suhu kurang lebih 100°C. (aurel.2010)

Enzim tersusun oleh protein, sehingga sangat peka terhadap suhu. Peningkatan suhu menyebabkan energi kinetik pada molekul substrat dan enzim meningkat, sehingga kecepatan reaksi juga meningkat. Namun suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan rusaknya enzim yang disebut denaturasi, sedangkan suhu yang terlalu rendah dapat menghambat kerja enzim. Pada umumnya enzim akan bekerja baik pada suhu optimum, yaitu antara 30° – 40°C.(e-dukasi.2010)

2. Derajat keasaman (pH)

Perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim, sehingga menghalangi sisi aktif bergabung dengan substratnya. Setiap enzim dapat bekerja baik pada pH optimum, masing-masing enzim memiliki pH optimum yang berbeda. Sebagai contoh : enzim amilase bekerja baik pada pH 7,5 (agak basa), sedangkan pepsin bekerja baik pada pH 2 (asam kuat/sangat asam). (e-dukasi.2010)

Seperti protein pada umumnya, struktur ion enzim tergantung pada pH lingkungannya. Enzim dapat berbentuk ion positif, ion negatif, atau ion bermuatan ganda. Dengan demikian perubahan pH lingkungan akan berpengaruh terhadap efektivitas bagian aktif enzim dalam membentuk kompleks enzim substrat. Disamping pengaruh terhadap struktur ion pada enzim, pH rendah, atau pH tinggi dapat pula menyebabkan terjadinya proses denaturasi dan ini akan mengakibatkan menurunnya aktifitas enzim. Terdapat suatu nilai pH tertentu atau daerah pH yang dapat menyebabkan kecepatan reaksi paling tinggi. pH tersebut dinamakan pH optimum. (aurel.2010)

3. Konsentrasi enzim

Kecepatan reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi enzim, makin besar konsentrasi enzim makin tinggi pula kecepatan reaksi, dengan kata lain konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan reaksi.

4. Konsentrasi substrat

Hasil eksperimen menunjukkan bahwa dengan konsentrasi enzim yang tetap, maka pertambahan konsentrasi substrat akan menaikkan kecepatan reaksi.

Untuk dapat terjadi kompleks enzim substrat, diperlukan adanya kontak antara enzim dengan substrat. Kontak ini terjadi pada suatu tempat atau bagian enzim yang disebut bagian aktif. Pada konsentrasi substrat rendah, bagian aktif enzim ini hanya menampung sedikit substrat. Bila konsentrasi substrat diperbesar, makin banyak substrat yang dapat berhubungan dengan enzim pada bagian aktif tersebut. Dengan demikian, konsentrasi kompleks enzim substrat makin besar dan hal ini menyebabkan makin besarnya kecepatan reaksi. Namun dalam keadaan ini, bertambah besarnya konsentrasi susbstrat tidak menyebabkan bertambah besarnya konsentrasi kompleks enzim substrat, sehingga jumlah hasil reaksinya pun tidak bertambah besar.(aurel.2010)

Peningkatan konsentransi substrat dapat meningkatkan kecepatan reaksi bila jumlah enzim tetap. Namun pada saat sisi aktif semua enzim berikatan dengan substrat, penambahan substrat tidak dapat meningkatkan kecepatan reaksi enzim selanjutnya.(e-dukasi.2010)

Enzim mempunyai spesifitas yang tinggi. Apabila substrat cocok dengan enzim naka kinerja enzim juga akan optimal.(Pradhana.2008)

5. Aktifator dan inhibitor

Aktivator merupakan molekul yang mempermudah ikatan antara enzim dengan substratnya, misalnya ion klorida yang bekerja pada enzim amilase. Inhibitor merupakan suatu molekul yang menghambat ikatan enzim dengan substratnya. Inhibitor akan berikatan dengan enzim membentuk kompleks enzim-inhibitor.
Ada 2 jenis inhibitor, yaitu :

  • Inhibitor kompetitif

Molekul penghambat yang strukturnya mirip substrat, sehingga molekul tersebut berkompetisi dengan substrat untuk bergabung pada sisi aktif enzim. Contoh : sianida bersaing dengan oksigen untuk mendapatkan Hemoglobin pada rantai akhir respirasi. Inhibitor kompetititf dapat diatasi dengan penambahan konsentrasi substrat.

  • Inhibitor nonkompetitif

Molekul penghambat yang bekerja dengan cara melekatkan diri pada bagian bukan sisi aktif enzim. Inhibitor ini menyebabkan sisi aktif berubah sehingga tidak dapat berikatan dengan substrat. Inhibitor nonkompetitif tidak dapat dipengaruhi oleh konsentrasi substrat.(e-dukasi.2010).

6. Waktu

Waktu kontak/reaksi antar enzim dan substrat menentukan efektivitas kerja enzim. Semakin lama waktu reaksi maka kerja enzim juga akan semakin optimum.(Pradhana.2008)

7. Konsentrasi ion Hidrogen

Kecepatan dari hampir semua reaksi enzim yang terkatalisis menunjukkan ketergantungan yang signifikan dari konsentrasi ion hydrogen. Kebanyakan enzim intraseluler menunjukkan aktivitas optimal pada nilai pH 5 dan 9. Hubungan dari aktivitas konsentrasi ion H menunjukkan keseimbangan antara denaturasi enzim pada pH yang tinggi dan rendah serta efek pada enzim, substrat, atau keduanya.(aurel.2010)

8. Ion logam

Ion-ion logam, yang menjalankan peranan katalitik dan structural pada lebih seperempat dari semua enzim yang dikenal dapat pula mengisi peranan pengatur, khususnya bagi reaksi dimana ATP merupakan substrat. Kalau kompleks ATP ion logam tersebut merupakan substrat, aktifitas maksimal secara khas akan terlihat pada rasio molar ATP terhadap logam di sekitar satu. Kelebihan logam atau kelebihan ATP merupakan hambatan karena senyawa-senyawa nukleosida di– dan trifosfat membentuk kompleks yang stabil dengan kation-kation dwi-valensi, konsentrasi intraseluler nukleotida dapat mempengaruhi konsentrasi intraseluler ion-ion logam bebas dan dengan demikian mempengaruhi pula aktivitas enzim-enzim tertentu.(aurel.2010)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KESIMPULAN

  • Enzim adalah suatu protein dan dihasilkan oleh sel hidup. Enzim adalah protein yang mempunyai fungsi khusus. Enzim bekerja dalam mengkatalisis reaksi kimia (biokimia) yang berlangsung didalam sel itu sendiri
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi enzim :
  1. Suhu  (temperature)
  2. Derajat keasaman (pH)
  3. Konsentrasi enzim
  4. Konsentrasi substrat
  5. Aktifator dan inhibitor
  6. Waktu
  7. Konsentrasi ion Hidrogen
  8. Ion logam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Aurel. Faktor–aktor yang mempengaruhi kerja enzim. Pharmacyblogspot.com.12-12-2010.

Aziz,pradhana. 2008. Enzim  dan factor-faktor yang mempengaruhi laju kerja enzim. Biochemical experiment .

Suharto,yanto. Enzim .e-dukasi.com.2010

Thenawijaya, Maggy. 1988. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: Erlangga.

 

 

 

 

 

DARAH HEWAN

BAB I

TINJAUAN PUSTAKA

 

A.PENGENALAN DARAH

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.

Pada serangga, darah (atau lebih dikenal sebagai hemolimfe) tidak terlibat dalam peredaran oksigen. Oksigen pada serangga diedarkan melalui sistem trakea berupa saluran-saluran yang menyalurkan udara secara langsung ke jaringan tubuh. Darah serangga mengangkut zat ke jaringan tubuh dan menyingkirkan bahan sisa metabolisme.

Pada hewan lain, fungsi utama darah ialah mengangkut oksigen dari paru-paru atau insang ke jaringan tubuh. Dalam darah terkandung hemoglobin yang berfungsi sebagai pengikat oksigen. Pada sebagian hewan tak bertulang belakang atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas. Hemoglobin merupakan protein pengangkut oksigen paling efektif dan terdapat pada hewan-hewan bertulang belakang atau vertebrata. Hemosianin, yang berwarna biru, mengandung tembaga, dan digunakan oleh hewan crustaceae. Cumi-cumi menggunakan vanadium kromagen (berwarna hijau muda, biru, atau kuning oranye).

Darah merupakan cairan tubuh yang terdapat dalam jantung dan pembuluh darah. Beberapa cairan tubuh yang lain adalah (1) Cairan jaringan, merupakan cairan tubuh yang terdapat dalam ruang antar sel. (2) Cairan limf, merupakan cairan tubuh yang terdapat di dalam pembuluh limf dan organ limfatikus. Organ limfatikus meliputi nodus limfatikus, tonsil, timus dan limfa (3) Sinovial, merupakan cairan tubuh yang terdapat diruang-ruang antara persendian. (4) Aqueous, merupakan cairan tubuh yang terdapat di dalam bola mata.(5) Oendolimf, merupakan cairan tubuh yang terdapat di telinga bagian dalam yang membatasi membran labirin. (6). Perilimf, merupakan cairan tubuh yang juga terdapat di telinga bagian dalam yaitu di dalam tulang labirin.

Darah mempunyai daya hantar yang relatif besar, jadi penyebaran panas dari jaringan-jaringan yang letaknya jauh di dalam tubuh dapat merata dengan cepat.

Pada kebanyakan hewan mamalia sel darah merahnya tidak mempunyai inti, bentuknya bulan dan bikonkaf. Sel darah merah pada kebanyakan verebrata yang lain berbentuk lonjong, berinti dan bikonfeks. Pada umumnya sel darah merah yang tak berinti mempunyai bentuk dan ukuran yang lebih kecil jika dibandingkan dengan sel darah merah yang berinti. Sel darah merah yang paling besar terdapat pada amphibia. Dari lahir sampai tua sel darah merah dibuat di sumsum tulang. Jumlah sumsum tulang pada tubuh manusia berkisar antara 1,5-3,5 kg. Ada dua macam sumsum tulang yaitu sumsum tulang kuning dan sumsum tulang merah. Sumsum tulang kuning mengandung beberapa subtansi, diantaranya adalah sel lemak, pembuluh darah

Sistem peredaran darah adalah sistem yang mempunyai sangkut paut dengan pergerakan darah di dalam pembuluh darah dan juga perpindahan dari suatu tempat ketempat lain.

Darah terdiri dari benda benda korposkuler dan cairan yang di sebut plasma.Benda-benda korposkuler merupakan individu yang terpisah dan bergerak bebas dalam sistem vaskuler.

Dalam darah terdapat 3 jenis benda korposkuler, yauitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan trombosit.

 

Sistem peredaran darah mempunyai fungsi sebagai berikut:        

1. Mengangkut zat makanan (nutrien) dari usus keseluruh jaringan tubuh.

2. Mengangkut zat ampas dari jaringan tubuh ke alat pembuangan.

3. Mengangkut O2 dari paru-paru atau insang keseluruh jaringan tubuh.

4. Mengangkut CO2 dari seluruh jaringan tubuh ke paru-paru atau insang.

5. Mengangkut hormon dari kelenjar endokrin ke tempat saluran.

6. Mendistribusiksan padssads dari sumbernya ke seluruh bagian tubuh

Dalam peredarannya, darah mempunyai banyak tekanan agar mampu dipompakan keseluruh tubuh. Tekanan tersebut ditentukan oleh 3 faktor. Yaitu:

1. Jumlah darah yang ada di dalam peredaran yang dapat membesarkan pembuluh darah.

2. Aktivitas memompa jantung, yaitu mendorong darah sepanjang pembuluh darah.

3. Tahanan terhadap aliran darah.

Susunan Darah. serum darah atau plasma terdiri atas:

Air: 91,0%

Protein: 8,0% (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen)

Mineral: 0.9% (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor, magnesium dan zat besi, dll)

SEL DARAH MERAH

Pada awal pembentukannya, eritrosit mamalia memiliki nuklei, tapi nuklei tersebut akan perlahan-lahan menghilang karena tekanan saat eritrosit menjadi dewasa untuk memberikan ruangan kepada hemoglobin. Eritrosit mamalia juga kehilangan organel sel lainnya seperti mitokondria. Maka, eritrosit tidak pernah memakai oksigen yang mereka antarkan, tetapi cenderung menghasilkan pembawa energi ATP lewat proses fermentasi yang diadakan dengan proses glikolisis pada glukosa yang diikuti pembuatan asam laktat. Lebih lanjut lagi bahwa eritrosit tidak memiliki reseptor insulin dan pengambilan glukosa pada eritrosit tidak dikontrol oleh insulin. Karena tidak adanya nuklei dan organel lainnya, eritrosit dewasa tidak mengandung DNA dan tidak dapat mensintesa RNA, dan hal ini membuat eritrosit tidak bisa membelah atau memperbaiki diri mereka sendiri.

Eritrosit mamalia berbentuk kepingan bikonkaf yang diratakan dan diberikan tekanan di bagian tengahnya, dengan bentuk seperti “barbel” jika dilihat secara melintang. Bentuk ini (setelah nuklei dan organelnya dihilangkan) akan mengoptimisasi sel dalam proses pertukaran oksigen dengan jaringan tubuh di sekitarnya. Bentuk sel sangat fleksibel sehingga muat ketika masuk ke dalam pembuluh kapiler yang kecil. Eritrosit biasanya berbentuk bundar, kecuali pada eritrosit di keluarga Camelidae (unta), yang berbentuk oval.

Pada jaringan darah yang besar, eritrosit kadang-kadang muncul dalam tumpukan, tersusun bersampingan. Formasi ini biasa disebut roleaux formation, dan akan muncul lebih banyak ketika tingkat serum protein dinaikkan, seperti contoh ketika peradangan terjadi.

Limpa berperan sebagai waduk eritrosit, tapi hal ini dibatasi dalam tubuh manusia. Di beberapa hewan mamalia, seperti anjing dan kuda, limpa mengurangi eritrosit dalam jumlah besar, yang akan dibuang pada keadaan bertekanan, dimana proses ini akan menghasilkan kapasitas transpor oksigen yang tinggi.

Sel darah merah atau eritrosit adalah sel sel yang bergaris tengah 5,0 – 7,34 mikron yang berfungsi secara khusus dlam transportas oksigen. Bentuknya pada mamalia seperti cakram yang bikonkav yang teabal pada ujung magmalnya dan tipis di tengah, sehingga bentuk yang seperti itu memungkinkan terjadinya penelusuran oksigen dari membran sel.

Eritrosit dari hewan dewasa dibentuk didalam sumsum tulang belakang, sedangkan pada waktu masih janin dihasilkan oleh hati, limpa, dan nodus limpatikus. Sel darah merah dewasa pada mamalia tidak berinti, tapi sel darah merah muda (eritroblast) berinti. Pada bangsa aves bentuknya oval dan mempunyai inti baik yang muda maupun yang tua.

Darah juga mengandung faktor-faktor penting untuk pertahanan tubuh terhadap penyakit juga berperan dalam sistem buffer seperti bikarbonat dalam air. Darah yang kekurangan kandungan oksigen akan berwarna kebiru-biruan yang disebut sianosis. Darah dengan jumlah haemoglobin berkurang jauh dari standar karena pembentukan yang kurang memadai disebut anemia. Anemia juga dapat disebabkan oleh penyakit kronis, akut, kecelakaan yang mengeluarkan banyak darah, terserang penyakit cacing tambang, kanker darah, kekurangan gizi dan lain-lain. Anemia juga disebabkan oleh defisieansi zat Fe, Cu, vitamin dan asam amino (Frandson, 1992).

Proses pergantian sel darah merah dari atau oleh sel darah baru terjadi setelah sirkulasi 3 sampai 4 bulan. Sel darah merah mengalami desintergrasi atau pemecahan sehingga melepas haemoglobin ke dalam sel dan sel darah pecah. Pembentukan sel darah merah pada orang dewasa pada sumsum tulang belakang dan pada bayi terjadi di hati, kelenjar thymus dan nodula lymphatica (Frandson,1992).

Sel darah mengalami hemolisis yang lebih cepat dibanding dengan pembentukan atau produksi sel darah yang baru. Proses penggantian sel darah merah dari atau oleh sel darah yang baru terjadi setelah sirkulasi 3 hingga 4 bulan. Sel darah merah mengalami pemecahan sehingga melepas haemoglobin kedalam sel darah merah dan pecah. Sel darah merah yang mengalami degradasi ini kemudian disendirikan dari sirkulasi yang dilakukan oleh sistem makrofag atau sistem reticuloendotelia. Sel-sel makrofag mencengkeram fragmen, fragmennya dicerna dan dilepaskan dalam darah. Globin dari haemoglobin mengalami degradasi kedalam tulang, disimpan sebagai sel-sel jaringan sebagai homosiderin (Frandson 1992).

Pengaruh haemoglobin didalam sel darah merah menyebabkan timbulnya warna merah pada darah karena mempunyai kemampuan untuk mengangkut oksigen. Haemoglobin adalah senyawa organik yang komplek dan terdiri dari empat pigmen forpirin merah (heme) yang masing-masing mengandung iron dan globin yang merupakan protein globural dan terdiri dari empat asam amino. Haemoglobin bergabung dengan oksigen didalam paru-paru yang kemudian terbentuk oksihaemoglobin yang selanjutnya melepaskan oksigen ke sel-sel jaringan didalam tubuh (Frandson, 1992).

Susunan dari sel darah merah adalah air (62%-72%) dan kira-kira sisanya berupa solid terkandung haemoglobin 95% dan sisanya berupa protein pada stroma dan membran sel, lipid, enzim, vitamin dan glukosa serta urin. Umur sel darah merah pada manusia berkisar antara 90 hingga 140 hari, rata-rata 120 hari dan pada hewan umurnya kira-kira 25 hingga 140 hari (Guyton, 1986).

Eritrosit secara umum terdiri dari hemoglobin, sebuah metalloprotein kompleks yang mengandung gugus heme, dimana dalam golongan heme tersebut, atom besi akan tersambung secara temporer dengan molekul oksigen (O2) di paru-paru dan insang, dan kemudian molekul oksigen ini akan di lepas ke seluruh tubuh. Oksigen dapat secara mudah berdifusi lewat membran sel darah merah. Hemoglobin di eritrosit juga membawa beberapa produk buangan seperti CO2 dari jaringan-jaringan di seluruh tubuh. Hampir keseluruhan molekul CO2 tersebut dibawa dalam bentuk bikarbonat dalam plasma darah. Myoglobin, sebuah senyawa yang terkait dengan hemoglobin, berperan sebagai pembawa oksigen di jaringan otot.

Warna dari eritrosit berasal dari gugus heme yang terdapat pada hemoglobin. Sedangkan cairan plasma darah sendiri berwarna kuning kecoklatan, tetapi eritrosit akan berubah warna tergantung pada kondisi hemoglobin. Ketika terikat pada oksigen, eritrosit akan berwarna merah terang dan ketika oksigen dilepas maka warna erirosit akan berwarna lebih gelap, dan akan menimbulkan warna kebiru-biruan pada pembuluh darah dan kulit. Metode tekanan oksimetri mendapat keuntungan dari perubahan warna ini dengan mengukur kejenuhan oksigen pada darah arterial dengan memakai teknik kolorimetri.

Pengurangan jumlah oksigen yang membawa protein di beberapa sel tertentu (daripada larut dalam cairan tubuh) adalah satu tahap penting dalam evolusi makhluk hidup bertulang belakang (vertebratae). Proses ini menyebabkan terbentuknya sel darah merah yang memiliki viskositas rendah, dengan kadar oksigen yang tinggi, dan difusi oksigen yang lebih baik dari sel darah ke jaringan tubuh. Ukuran eritrosit berbeda-beda pada tiap spesies vertebrata. Lebar eritrosit kurang lebih 25% lebih besar daripada diameter pembuluh kapiler dan telah disimpulkan bahwa hal ini meningkatkan pertukaran oksigen dari eritrosit dan jaringan tubuh

Vertebrata yang diketahui tidak memiliki eritrosit adalah ikan dari familia Channichthyidae. Ikan dari familia Channichtyidae hidup di lingkungan air dingin yang mengandung kadar oksigen yang tinggi dan oksigen secara bebas terlarut dalam darah mereka.Walaupun mereka tidak memakai hemoglobin lagi, sisa-sisa hemoglobin dapat ditemui di genom mereka.

Pada mamalia, eritrosit dewasa tidak memiliki nukleus di dalamnya (disebut anukleat), kecuali pada hewan vertebrata non mamalia tertentu seperti salamander dari genus Batrachoseps.[7] Konsentransi asam askorbat di dalam sitoplasma eritrosit anukleat tidak berbeda dengan konsentrasi vitamin C yang terdapat di dalam plasma darah.[8] Hal ini berbeda dengan sel darah yang dilengkapi inti sel atau sel jaringan, sehingga memiliki konsentrasi asam askorbat yang jauh lebih tinggi di dalam sitoplasmanya.

Rendahnya daya tampung eritrosit terhadap asam askorbat disebabkan karena sirnanya transporter SVCT2 ketika eritoblas mulai beranjak dewasa menjadi eritrosit. Meskipun demikian, eritrosit memiliki daya cerap yang tinggi terhadap DHA melalui transporter GLUT1 dan mereduksinya menjadi asam askorbat.

SEL DARAH PUTIH

Sel darah putih berdasarkan ada atau tidaknya granula dalam sitoplasmanya diklasifikasikan dalam granulosit dan agranulosit. Granolosit terdiri dari neutrofil (pada bangsa aves disebut heterofil), eosinofil, basofil, sedangkan agranulosit adalah limfosit dan monosit. Sel darah putih ini dapat bergerak secara bebas.

Antara neutrofil dan eosinofil sulit di bedakan karena keduanya mempunyai iinti granula dengan ukuran yanga hampir sama. Neutrofil memppunyai inti yang bresaegmen-segmen dan bisa sampai 5 lobus dan dicat dengan warna ner tral, sehingga warnanya tidak biru maupun merah. Fungsi neutrofil adalah untuk memfagosit bakteri.

Eosinofil mempunyai ukuran yang hampir sama dengan neutrofildan mempunyai inti bersegmen 1-4 lobus serta sitoplasma tercat pucat bewarna biru bening dengan granula yang tercat merah. Fungsi dari eosinofil tidak di ketahui dengan pasti, tetapi pada hewan yang terinfestasi cacing dan adanya kerusakan jaringan yang menimbulkan alergi biasanya meningkat.

Basofil mempunyai granula yang lebih kecil dari neutrofil, berbentuk bulat dan sitoplasmanya bewarna bening dengan granula bersifat basofilik. Basofil mempunyai inti dengan jumlah lobus 1 – 4 lobi

Limfosit mempunyai ukuran yang bervariasi dengan bentuk bulat serta teratur dan sitoplasmanya hampir tidak mempunyai granula, sedikit basofilik dengan inti di tengah. Sel ini mempunyai peranan dalam sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit.

Monosit mempunyai banyak kesamaan dengan limfosit, tetapi monositmempunyai rata-rata ukuran yang lebih besar dan mempunyai sitoplasma yang lebih banyakdibandingkan dengan limfosit yang besar. Bentuk bulat, permukaan halus dengan sitoplasma tercat biru kebuan yang berisi vakuola yang seragam dengan inti bulat dan terletak eksentris. Fungsi dari monosit diketahui dengan pasti, tetapi umumnya berimigrasi ke jaringan yang mengalami keradangan untuk melakukan fagositosis bakteri dan debris debris sel.

TROMBOSIT

Keping darah, lempeng darah, trombosit (en:platelet, thrombocyte) (el:θρόμβος – “klot” dan κύτος – “sel”) adalah sel anuclear nulliploid (tidak mempunyai nukleus pada DNA-nya) dengan bentuk tak beraturan dengan ukuran diameter 2-3 µm yang merupakan fragmentasi dari megakariosit. Keping darah tersirkulasi dalam darah dan terlibat dalam mekanisme hemostasis tingkat sel dalam proses pembekuan darah dengan membentuk darah beku. Rasio plasma keping darah normal berkisar antara 200.000-300.000 keping/mm³, nilai dibawah rentang tersebut dapat menyebabkan pendarahan, sedangkan nilai di atas rentang yang sama dapat meningkatkan risiko trombosis. Trombosit memiliki bentuk yang tidak teratur, tidak berwarna, tidak berinti, berukuran lebih kecil dari eritrosit dan leukosit, dan mudah pecah bila tersentuh benda kasar.

Trombosit berasal dari megakaryosit, yaitu sel raksasa yng terdapat di dalam sumsum tulang. Sel ini mempunyai bentuk diskus oval dalam aliran darah sedangkan dalam preparat bebentuk diskus sirkuler, seperti bintang atau tumpukan yang tidak teratur.

Fungsi utama dari sel ini adalam membentuk jendalan darah manakala terjadi luka sehingga mencegah kehilangan darah lebih lanjut.

 

TEKANAN DARAH

Tekanan darah adalah tekanan yang diderita oleh pembuluh darah karena adanya tenga dorongan dari jantung. Tekanan darah ditimbulkan oleh adanya proses diastole dan sistole jantung , dimana tekanan yang tertinggi terletak di dalam ventrikel sinister dan semakin ke perifer semakin berkurang.pada waktu diastole bisa turun 0 mmHg. Sedangkan pada aorta waktu cor bersistole tekanan dapat mencapai 120 mmHg, dan diastole tekanannya 80 mmHg. Tekanan dalam aorta dan arteri pada waktu diastole disebut dengan tekanan diastole. Keadaan ini bisa di tulis sebagai berikut :

Tekanan darah = 120/80 mmHg

Kegunaan tekanan darah antara lain untuk mengalirkan darah ke organ-organ dengan melalui pembuluh-pembuluh darah arteri, arteriola, kapiler dan seterusnya untuk mencukupi kebutuhan organ terhadap darah. Dengan mengetahui tinggi tekanan darah probandus kita dapat menduga kerja jantung.

Ada 2 metode pengukuran tekanan darah :

1.langsung/direct : tidak ada alat bantuyang di gunakan dalam pemeriksaan ini, jadi telinga langsung ditempelkan pada dada yang mau diperiksa

2.tidak langsung/indirect : yaitu dengan cara palpasi atau auskultasi

Kebanyakan yang digunakan adlah etode auskultasi,dengan alat bantu stetoskop dan sphygmomanometer (yaitu manometer yang dilengkapi dengan manset yang berukuran ± 40 x 15 cm). Stetoskop di tempatkan pada fossa cubitalis, sementara manset tekanan darah dipompa di sekitar lengan atas. Tekanan di dalam manset mula-mula di tingkatkan/ ditinggikan jauh di atas tekanan sistole arteri. Selama tekanan ini lebih tinggi daripada tekanan sistolik, arteri brakhialis teta kempis dan tidak ada darah yang mengalir ke dalam arteri yang lebih rendah, oleh karena itu tidak ada bunyi yang terdengar. Tetapi bila tekanan dalam manset dikurangi secara bertahap sampai di tekanan sampai tekanan di dalam manset turun di bawah tekanan sistolik darah mengalir melalui arteri d bawah manset, maka akan terdengar suara denyutan jantung, suarainilah yang disebut sistole, yang timbul karena tekanan darah didalam manset sama atau sedikit lebih rendah, maka suara tiupan makin lama jelas. Suara akan hilang secara mendadak apabila tekanan udara di dalam manset sama dengan tekanan diastole. Pada saat itu tekanan darah akan lebih tinggi daripada tekanan di dalam manset. Apabila tekanan udara di dalam manset diturunkan lagi tidak akan terdengar lagi karena tekanan darah selalu lebih tinggi dari tekanan udara dalam manset.

Pada prinsipnya bila frekuensi denyut jantung dan stroek volume naik maka tekanan darah juga akan naik begitu pula sebaliknya.

Posisi yang terbaik untuk mengukur tekanan darah adalah posisi tidur. Dalam keadaan tiduran maka banyaknya darah yang ada di kepala alat-alat visceral maupun eksteremitas-ekstremitas daripada yang didorong ke bagian-bagian badan yang letaknya di atas kedudukan jantung.

HEMOGLOBIN

Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, pada mamalia dan hewan lainnya. Hemoglobin juga pengusung karbon dioksida kembali menuju paru-paru untuk dihembuskan keluar tubuh. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi.

Mutasi pada gen protein hemoglobin mengakibatkan suatu golongan penyakit menurun yang disebut hemoglobinopati, di antaranya yang paling sering ditemui adalah anemia sel sabit dan talasemia.

ada pusat molekul terdapat cincin heterosiklik yang dikenal dengan porfirin yang menahan satu atom besi; atom besi ini merupakan situs/loka ikatan oksigen. Porfirin yang mengandung besi disebut heme. Nama hemoglobin merupakan gabungan dari heme dan globin; globin sebagai istilah generik untuk protein globular. Ada beberapa protein mengandung heme, dan hemoglobin adalah yang paling dikenal dan paling banyak dipelajari

Pada manusia dewasa, hemoglobin berupa tetramer (mengandung 4 subunit protein), yang terdiri dari masing-masing dua subunit alfa dan beta yang terikat secara nonkovalen. Subunit-subunitnya mirip secara struktural dan berukuran hampir sama. Tiap subunit memiliki berat molekul kurang lebih 16,000 Dalton, sehingga berat molekul total tetramernya menjadi sekitar 64,000 Dalton. Tiap subunit hemoglobin mengandung satu heme, sehingga secara keseluruhan hemoglobin memiliki kapasitas empat molekul oksigen:

Reaksi bertahap:

Hb + O2 <-> HbO2

HbO2 + O2 <-> Hb(O2)2

Hb(O2)2 + O2 <-> Hb(O2)3

Hb(O2)3 + O2 <-> Hb(O2)4

Reaksi keseluruhan:

Hb + 4O2 -> Hb(O2)4

Eritrosit pada hewan dewasa dibentuk di dalam sumsum tulang merah, sedangkan pada waktu masih janin juga di hasilkan oleh hati, limpa dan nodus limpatikus. Sel darah merah dewasa pada mamaliatidak berinti ,tetapi sel darah merahmuda (eritroblast) berinti. Pada bangsa aves bentuknya oval dan mempunyai inti baik yang muda maupun yang tua.

Warna merah darah di sebabkan oleh adanya hemoglobin dalam eritrosit. Hemoglobin ini yang bertanggung jawab dalam pengangkutan oksigen. Hemoglobin merupakan protein terkonjugasi yang terdiri dari 2 komponen yakni hemo (Fe + protporphirin) dan globin (suatu protein). Hemoglobin berikatan dengan oksigen membentuk oksihemoglobin dengan proses yang disebut oksigenasi, apabila hemoglobin berikatan dengan CO2 (teroksidasi) terbentuklahmethemoglobin.

Biosintesa hemoglobin dimulai dalam eritroblast dan melanjut dalam tahap-tahap perkembangan sel darah merah selanjutnya. Julah Hb dalam darah dinyatakan dalam gr/100 cc darah. Kandungan normal pada beberapa hewan adalah sebagai berikut :

-anjing                          13,5 gr%                                    -kambing               11,0 gr%

-babi dan sapi              12,0 gr%                                   -kuda                      12,5 gr%

Nilai Hb tersebut bervariasi karena dalam keadaan normal kadar Hb darah sangat tergantung pada umur, seks dan lingkungan. Merendahkan kadar Hb merupakan suatu tanda adanya anemia yang disebabkan oleh adanya defisiensi nutrisi terutama Fe dan asam amino tertentu, ketidakmampuan sumsum tulang merah, perdarahan yang hebat/berat dan meningkatnya hemolisis.

Kebanyakan sel darah merah mengalamai disintegrasi atau destruksi setelah beberapa lama didalam sirkulasi dan kemudian dipagosit oleh sel –sel retikuloendothelial sistem (RES) yang terdapat di dalam hepar, lien, sumsum tulang dan nodus limpatikus. Pada proses destruksi sel darah merah ini di hasilkan oleh pigmen empedu yang dinakan bilirubin dan biliverdin. Apabila dalam aliran darah banyak mengandungkedua bentuk pigmen ini maka membrana mukosa mata dan mulut akan bewarna kuning keadaan ini disebut icterus atau jaundice.

Anemia (an += tanpa, emia = darah) terjadi apabila jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin sangat menurun di bawah normalnya anemia secara garis besarnya dapat di klasifikasikan kedalam anemia yang berkaitan kehilangan atau peningkatan kerusakan sel darah merah dan anemia yang disebabkan oleh karena pembentukan sel darah merah kurang sempurna. Termasuk anemia bentuk pertama adalah anemia yang di akibatkan perdarahan yang akut akibat pecahnya arteria dan yang kronik antara lain karena menderita cacingan, sakit magh, perdarahan pada rahim ( uterus). Disamping itu juga akibat peningkatan, kerusakan sel darah merh antara lain disebabkan keracunan Pb dan As, malaria, hepatitis termasuk anemia bentuk kedua adalah anemia yang desabkan karena nutrisi yang jelek ternasuk defisiensi Fe, Cu, protein, Vitamin B dan C.

Kenaikan jumlah sel darah merah secara fisiologik terjadi di bawah keadaan sebagai berikut :

–          Tinggi tempat. Orang yang berasal dari daerah pegunungan yang terletak di atas 10.000 kaki, jumlah sel darah merahnya lebih tinggidaripada yang beraal di daerah pantai.

–          Latihan otot dan keadaan emosional tertentu akan menyebabkan meningkatnya sel darah merah sesaat sebagai hasil suatu peningkatan produksi sel darah merah dlam limpa yang masuk kedalam aliran darah.

–          Suhu lingkungan yang ditingkatkan, akan meningkatkan pembebasan sel darah merah yang tersimpan dalam limpa.

–          Beberapa hal yang menyebabkan tekanan oksigen dalam darah arterial cenderung merendah.

PENJENDALAN DARAH, WAKTU PERDARAHAN SERTA WAKTU PENJENDALAN.

Pendarahan terjadi apabila sebuah pembulluh darah terluka dan berhenti apabila adanya proses hemoistasis. Seekor pasien yang mengalami gangguan dalam menghentikan perdarahannya dapat disebabkan oleh vaktor vaskular (yakni ketidak mampuan pembuluh darahditempatkan luka melalui kontraksi dan retraksi atau tidak dilepaskanya serotonin oleh benda-benda darah yang kerjanya membantu kontraksi pembuluh darah), factor penjendalan darah.

Apabila darah yang keluar dari tubuh dibiarkan sementara waktu, maka akan menjendal (koagulasi) juga, sehingga terbentuk suatu masa yang menyerupai gel yang kemudian mengkerut, menghasilkan suatu jendalan yang lebih keras dan cairan jernih yang dsebut serum darah.

Penjendalan darah merupakan suatu proses yang berlangsung atas kerjasama dari berbagai factor yang dapat berasal dari dalam darah itu sendiri (factor instrinsik) dan faktordari luar pembuluh darah (faktor ekstrinsik).

Waktu perdarahan adalah waktu antara darah keluar sampai berhenti. Waktu perdarahan di perlukan untuk identifikasi danya gangguan perdarahan yang kemungkinan adanya cacat pada pembuluh darah, retraksi kapiler dan akitivitas benda-benda darah.

Waktu penjendalan darah adalah waktu antara darah keluar dari tubuh sampai drah tersebut menjendal. Waktyu ini diperlukan untuk identifikasi cacat penjendalan. Waktu penjendalan darah pada beberapa spesies sebagai berikut :

-anjing              2,5 menit                                           -kambing                         2,5 menit

-babi                 3,5 menit                                           -manusia                         5,0 menit

-sapi                  6,5 menit                                           -kuda                               11,5 menit

 

 

Ada beberapa metode untuk mengukur kadar hemoglobin darah

  1. Metode tallaquist-Adam

–          Dalam metode ini digunakan skala hemoglobin tallaquist-Adam. Warna skala menunjukan warna Hb dan sebagai standart ditentukan bahwa untuk 15,6 gr/100cc darah ditetapkan mempunyai nilai 100 %. Letakkan setetes darah segar asal ujung jari telunjuk yang telah dilukai terlebih dahulu dengan jarum lanset.

–          Lipatlah ujung kertas yang lain untuk menghisap tetesan darah yang berlebihan.

–          Angin-anginkan sebentar (jangan sampai terkena sinar matahari langsung) sampai agak mongering kertas hisap yang mengandung tetesan darah tersebut, tunggu sampai kemilau darah telah hilang.

–          Gerakkan kertas hisap di bawah skala dan cari warna skala yang bersesuaian dengan warna darah pada kertas hisap tersebut.

–          Lakukan metoda ini pada siang hari atau di bawah lampu. Dalam melakukan metoda ini usahakan darah cepat di bandingkan, sebab apabila darah terlalu lama bersinggungan dengan udara, maka HbO2 akan masuk kedalam udara yang mengakibatkan warna darah Nampak lebih gelap disbanding dengan warna normalnya.

  1. Metode Sahli

–          Dalam metode ini digunakan hemometer asisten dari doppelfanbstab. Hemometer ini mengukur kadar Hb dalam 100 cc darah.

–          Isilah kedalam tabung pengukur n/10 HCL sampai angka 2 (garis pada tabung paling bawah).

–          Bersihkan ujung jari dengan alcohol, kemudian tusuk dengan jarum francle.

–          Hisaplah 20 mm³ darah kedalam pipet kapiler sampai tepat pada garis.

–          Usaplah darah yang tercecer di ujung pipet dengan kertas saring dan tiuplah darah kedalam tabung pengukur samapai seluruh darah tercampur dengan HCL. Campuran sempurna akn diperoleh dengan menghisap dan meniup campuran larutan darah HCL. Berulang kali dengan menggunakan pipet kapiler tersebut.

–          Biarkan selama 3 menit agar terbentuk asam hematin yang bewarna coklat. Larutan yang bewarna coklat tua akan segera menjadi bening dalam waktu beberapa menit.

–          Teteskan aquadestilata dengan pipet air dan aduk pelan-pelan dengan pengaduk gelas sampai bewarna coklat sama dengan warna standart disebelah kanan dan kiri tabung pengukur.

–          Bacalah tinggi permukaan cairan dalam tabung pengukur yaitu dalam gr % (yakni gr Hb dalam 100 cc darah) dan dalam % (presentase Hb yang dihitung dibandingkan dengan Hb normal digunkan ukuran 15,6 gr Hb dalam 100 cc darah).

 

Waktu perdarahan

–          Tusukan dengan jarum francke ujung jari probandus yang telah disterilkan dengan alcohol dan bersamaan dengan itu tekanlah stopwatch.

–          Tempelkan kertas saring pada luka tersebut tiap 30 detik dengan tempat penempelan darah yang pertama pada kertas saring jangan terlalu berjauhan.

–          Hentikan penempelan pada saat menghasilkan bintik darah yang sangat kecil.

–          Catat waktu yang di perlukan.

Waktu pembekuan

–          Tusukkan dengan jarum francke ujung jari probandus yang telah disterilkan dengan alcohol dan bersamaan dengan itu tekanlah stopwatch.

–          Taruh 2-3 tetes darah di gelas obyek.

–          Tusuklah darah tersebut kemudian angkatlah dengan menggunakan jarum pentul.

–          Lakukan hal tersebut setiap 30 detik sekali sampai tampak adanya benang fibrin.

–          Catat waktunya.

 

 

 

SISTEM SIRKULASI DARAH

  1. A.      Sistem Sirkulasi pada Hewan

Sistem sirkulasi pada hewan dibedakan menjadi 3, yaitu :

Sistem difusi : terjadi pada avertebrata rendah seperti paramecium, amoeba maupun hydra belum mempunyai sistem sirkulasi berupa jantung dengan salurannya yang merupakan jalan untuk peredaran makanan. Makanan umumnya beredar keseluruh tubuh karena adanya aliran protoplasma.

Sistem peredaran darah terbuka : jika dalam peredaran-nya darah tidak selalu berada di dalam pembuluh.

Misal : Arthropoda

Sistem peredaran darah tertutup : jika dalam peredaran-nya darah selalu berada di dalam pembuluh.

Misal : Annelida, Mollusca, Vertebrata.

1. Porifera

Belum memiliki sistem sirkulasi khusus, tubuhnya terdiri atas dua lapisan sel, lapisan dalam terdiri atas sel-sel yang disebut koanosit. Koanosit berfungsi menangkap makanan secara fagosit yang selanjutnya disebarkan keseluruh tubuh oleh amoebosit.

2. Hydra

Pada dinding sebelah dalam dari tubuh Hydra berfungsi sebagai pencerna dan juga berfungsi sebagai sirkulasi.

3. Platyhelminthes

Sel mesenkim berrfungsi membantu distribusi makanan yang telah dicernakan. Makanan yang tidak dicerna dikeluarkan melalui mulut, misal pada Planaria.

4. Annelida

Memiliki sistem peredaran darah tertutup, yang terdiri dari pembuluh darah dorsal, pembuluh darah ventral dan lima pasang lengkung aorta yang berfungsi sebagai jantung, misal pada cacing tanah (Pheretima).

Arah aliran darah :

Lengkung aorta à pembuluh ventral à kapiler (seluruh jaringa tubuh) à pembuluh dorsal à lengkung aorta (pembuluh jantung).

Oksigen diabsorbsi melalui kulit dan dibawa pembuluh kapiler menuju ke pembuluh dorsal. Pertukaran darah terjadi paad kapiler. Darah cacing tanah mengandung haemoglobin yang terlarut dalam cairan darahnya.

5. Mollusca

Memiliki sistem peredaran darah tertutup. Jantung pada hewan ini sudah terdapat atrium (serambi) dan ventrikel (bilik) serta terdapat pembuluh darah vena dan arteri, misal pada keong (Pila globosa).

6. Arthropoda

Memiliki sistem peredaran darah terbuka. Jantung disebut jantung pembuluh. Darah dan cairan tubuh serangga disebut hemolimfa.

Arah aliran darah :

Bila jantung pembuluh berdenyut maka hemolimfe mengalir melalui arteri ke rongga tubuh à jaringan tubuh tanpa melalui kapiler à jantung pembuluh melalui ostium.

Fungsi hemolimfa adalah mengedarkan zat makanan ke sel-sel. Hemolimfe tidak mengandung haemoglobin sehingga tidak mengikat oksigen dan darah tidak berwarna merah. O2 dan CO2 diedarkan melalui sistem trakea.

7. Pisces

Jantung ikan terdiri :

2 ruang : meliputi 1 atrium (serambi) dan 1 ventrikel (bilik)

Sinus venosus : yang menerima darah dari vena kardinalis anterior dan vena kardinalis posterior.

Arah aliran darah :

Darah dari jantung keluar melalui aorta ventral menuju insang. Di insang aorta bercabang menjadi arteri brankial dan akhirnya menjadi kapiler-kapiler (terjadi pertukaran gas yaitu pelepasan CO2 dan pengambilan O2 dari air. Dari kapiler insang darah mengalir ke aorta dorsal, kemudian ke kapiler seluruh tubuh untuk memberikan O2 dan sari makanan serta mengikat CO2 . Selanjutnya darah kembali ke jantung melalui vena kardinalis anterior dan vena kardinalis posterior.

Peredaran ikan termasuk peredaran darah tunggal (dalam satu kali peredarannya, darah melalui jantung satu kali).

8. Amphibia

Jantung katak terdiri :

– 3 ruang : 2 atrium dan 1 ventrikel

– Sinus venosus : menampung darah dari pembuluh

besar yang akan masuk ke atrium kanan.

Arah aliran darah :

Darah yang kaya O2 dari paru-paru dan kulit masuk ke atrium kiri. Darah yang miskin O2 masuk ke atrium kanan dengan perantaraan sinus venosus. Dari atrium darah masuk ke ventrikel sehingga terjadi percampuran darah yang kaya O2 dan darah yang miskin O2 . Dari ventrikel darah yang kaya O2 dipompa ke jaringan tubuh dan pada saat darah yang miskin O2 dialirkan ke paru-paru ke kulit untuk memperoleh O2.

Peredaran darah katak termasuk peredaran darah ganda (dalam satu kali peredarannya, darah melewati jantung 2 kali).

9. Reptilia

Jantung reptilia terbagi menjadi 4 ruang, yaitu :

– 2 atrium : – 1 atrium dekster (serambi kanan)

– 1 atrium sinister (serambi kiri)

– 2 ventrikel : – 1 ventrikel dekster (bilik kanan)

– 1 ventrikel sinister (bilik kiri)

Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan belum sempurna.

Peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda.

Pada buaya, sekat ventrikel terdapat suatu lobang yang disebut foramen panizzae yang memungkinkan pemberian O2 ke alat pencernaan dan untuk keseimbangan tekanan dalam jantung sewaktu penyelam di air.

10. Aves

Jantung aves terbagi menjadi 4 ruang, yaitu :

– 2 atrium : – 1 atrium dekster (serambi kanan)

– 1 atrium sinister (serambi kiri)

– 2 ventrikel : – 1 ventrikel dekster (bilik kanan)

– 1 ventrikel sinister (bilik kiri)

Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan sempurna sehingga tidak terjadi percampuran darah yang kaya O2 dan yang miskin O2 . Peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda.

11. Mamalia

Jantung mamlia terbagi menjadi 4 ruang, yaitu :

– 2 atrium : – 1 atrium dekster (serambi kanan)

– 1 atrium sinister (serambi kiri)

– 2 ventrikel : – 1 ventrikel dekster (bilik kanan)

– 1 ventrikel sinister (bilik kiri)

Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan sempurna sehingga tidak terjadi percampuran darah yang kaya O2 dan yang miskin O2 . Peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda.

 

 

 

 

Fungsi darah :

1. Sebagai alat transport :

– O2 dari paru-paru diangkut keseluruh tubuh

– CO2 diangkut dari seluruh tubuh ke paru-paru

– Sari makanan diangkut dari jonjot usus ke seluruh

jaringan yang membutuhkan.

– zat sampah hasil metabolisme dari seluruh tubuh

ke alat pengleluaran.

– Mengedarkan hormon dari kelenjar endokrin (ke-

lenjar buntu) ke bagian tubuh tertentu.

2. Mengatur keseimbangan asam dan basa

3. Sebagai pertahanan tubuh dari infeksi kuman

4. Untuk mengatur stabilitas suhu tubuh.

2. Plasma darah (cairan darah)

a. Protein, meliputi :

– fibrinogen : untuk pembekuan darah

albumin : menjaga tekanan osmotik darah

globulin : membentuk zat kebal / zat antibodi

Berdasarkan kerjanya zat anti dibedakan :

prepsipitin : kerjanya menggumpalkan darah

lisin : memecah antigen

antitoksin : menetralkan racun

b. Sari-sari makanan, meliputi :

glukosa

asam amino

asam lemak

gliserin

c. Garam mineral, meliputi :

kation : Na+, K++, Ca++, Mg++

anion : Cl, HCO3, PO4

d. Zat hasil produksi sel, meliputi :

hormon

enzim

antibodi

e. Zat hasil sisa metabolisme, meliputi :

urea

asam ureat

f. Gas-gas pelepasan, meliputi :

O2

CO2

N2

Golongan Darah

Terdapat 3 sistem penggolongan darah pada manusia :

1. Sistem MN : golongan darah digolongkan menjadi 3 yaitu M, MN dan N.

2. Sistem Rh (Rhesus) : golongan darah manusia di golongkan menjadi 2 yaitu Rh+ dan Rh.

Orang bergolongan Rh+ di dalam eritrositnya terkandung aglutinogen Rhesus, 85% dimiliki orang berkulit berwarna. Sedang yang bergolongan Rh dalam eritrositnya tidak terdapat aglutinogen Rhesus, 85% dimiliki orang berkulit putih.

Apabila bayi bergolongan Rh+ berada dalam kandungan ibu bergolongan RH , dimanadareah ibu sudah terbentuk zat anti Rh+ , maka tubuh bayi akankemasukan zat anti Rh+, dan anak itu akan menderita penyakit kuning sejak lahir yang disebut erythroblastosis foetalis (sel-sel darah merahnya tidak dapat dewasa).

3. Sistem A, B, O : Dr. Landsteiner dan Donath membedakan glongan darah manusia menjadi 4, yaitu A, B, AB dan O.

Golongan darah A : sel darah merahnya mengandung aglutinogen A, sedang dalam plasmanya terdapat aglutinin b atau zat anti B.

Golongan darah B : sel darah merahnya mengandung aglutinogen B, sedang dalam plasmanya terdapat aglutinin a atau zat anti A.

Golongan darah AB : sel darah merah mengandung aglutinogen A dan B, sedang dalam plasmanya tidak terdapat aglutinin a dan b.

Golongan darah O : sel darah merahnya tidak terdapat aglutinogen A dan B, tetapi plasma nya mengandung aglutinin a dan b.

Aglutinogen (antigen) berarti zat yang digumpalkan, sedang aglutinin (zat anti) berarti zat yang menggumpalkan.

D

O

N

O

R

RESPIEN

A g l u t i n i n

A

B

AB

O

Aglutinin

b

a

ab

A

B

AB

O

+

+

+

+

+

+

+

Keterangan :

+ = terjadi penggumpalan

– = tidak terjadi penggumpalan

Secara teori golongan daran AB dapat menerima semua golongan darah disebut respien universal, dan golongan adrah O dapat memberi kepada semua golongan darah disebut donor universal.

Alat Peredaran Darah

Alat peredaran darah terdiri atas jantung (cor) dan pembuluh (vasa darah).

1. Jantung (cor)

Merupakan alat pemompa darah. Jantung terdiri dari otot jantung (miokardium), selaput jantung (perikardium) dan selaput yang membatasi ruangan jantung (endokardium).

Otot jantung mendapatkan zat makanan dan O2 dari arah melalui arteri koroner. Peristiwa penyumbatan arteri koroner disebut koronariasis.

Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 atrium dan 2 ventrikel.

Atrium (serambi)

Merupakan ruangan tempat masuknya darah dari pembuluh balik (vena). Atrium kanan (dekter) dan atrium kiri (sinister) terdapat katup valvula bikuspidalis. Pada fetus antara atrium kanan danatrium kiri terdapat lubang disebut foramen ovale.

Ventrikel (bilik)

Ventrikel mempunyai otot lebih tebal dari atrium, dan ventrikel kiri lebih tebal daripada ventrikel kanan, karena berfungsi memompakan darah keluar jantung. Antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri terdapat katup valvula trikuspidalis.

Saat ventrikel berkontraksi, darah dari ventrikel kiri yang kaya O2 dipompakan menuju aorta. Sedangkan darah dari ventrikel kanan yang kaya CO2 dipompakan melalui arteri paru-paru (arteri pulmonalis). Bila ventrikel mengendur (relaksasi) maka jantung akan menerima darah vari vena cava superior, dan vena cava inferior yang kaya CO2 masuk ke dalam atrium kanan. Sedangkan darah dari pembuluh balik paru-paru (vena pulmonalis) yang kaya O2 masuk ke atrium kiri.

Pada jantung yang mengempis (kontraksi) maka tekanan jantung menjadi maksimum disebut sistole. Keadaan jantung yang relaksasi (mengendur) maksimum, maka tekanan ruang jantung menjadi minimum disebut diastole.

Jantung manusia berdenyut kira-kira 70 – 80 kali setiap menit, sehingga dalam sehari ± 100.000 kali. Pada bayi yang baru lahir berdenyut ± 130 setiap menit. Umur 20 tahun ± 72 / menit dan 45 tahun ± 75 / menit.

2. Pembuluh darah

– Pembuluh nadi (arteri) : pembuluh darah yang membawa darah dari jantung.

– Pembuluh vena (balik) : pembuluh darah yang membawa darah ke jantung.

Perbedaan antara arteri dan vena.

Obyek

Arteri (pembuluh nadi)

Vena (pembuluh balik)

Dinding

Aliran

Darah

Tekanan

Letak

Katup

Nama

Tebal, elastis

Meninggalkan jantung

Kaya O2 kecuali arteri pulmonalis.

Jika terpotong darah memancar.

Agak ke dalam

Hanya satu dipangkal aorta.

Sesuai dengan organ yang dituju.

Tipis, kurang elastis

Menuju ke jantung

Kaya CO2 kecuali vena pulmonalis.

Jika terpotong, darah hanya menetes.

Di permukaan tubuh

Banyak terdapat di sepanjang vena yang besar.

Sesuai dengan organ yang ditinggalkan.

Macam-macam peredaran darah :

1. Peredaran darah kecil, melalui :

Ventrikel kanan à arteri pulmonalis à paru-paru à vena pulmonalis à atrium kiri.

Atau :

Jantung à paru-paru à jantung

2. Peredaran darah besar, melalui :

Ventrikel kiri à aorta à arteri à arteriola à kapiler à venula à vena à vena cava superior dan vena cava inferior à atrium kanan.

Atau :

Jantung à seluruh tubuh à jantung

3. Sistem portae

Darah sebelum masuk kembali ke jantung terlebih dahulu masuk ke dalam suatu organ yang disebut sistem portae.

Pada mamalia/ manusia hanya terdapat satu sistem portae yaitu sistem portae hepatica.

Pembuluh limpha (pembuluh getah bening)

1. Pembuluh limpha dada kanan (ductus limfaticus dekster).

Menerima aliran limpha dari daerah kepala, leher, dada, paru-paru, jantung, lengan kanan yang bermuara di pembuluh balik di bawah selangka kanan.

2. Pembuluh limpha dada kiri (ductus thoracikus).

Menerima aliran limpha dari bagian lain danbermuara di pembuluh balik di bawah selangka kiri. Pembuluh inimerupakan tempat bermuaranya pembuluh-pembuluh kil atau pembuluh lemak, yaitu pembuluh yang mengumpulkan asam lemak, yang diserap oleh usus.

Pada kelenjar limpha dibuat sel-sel darah putih limfosit yang berperan dalam pemberantasan kuman penyakit.

Perbedaan peredaran limpha dengan peredaran daraH

Peredaran darah

Peredaran limpha

( limpha )

1.

2.

3.

4.

5.

Sistem per-edaran.

Yang dialir kan.

Tenaga pendorong.

Zat yang di angkut.

Pembuluh-nya

Tertutup

Darah, berwarna merah.

Kontraksi otot jantung.

O2, CO2, protein, gula.

Arteri dan vena.

Terbuka

Getah bening, ber-warna kuning ke-putihan.

Kontraksi otot rangka.

Lemak (asam lemak + gliserin).

Pembuluh getah be-ning (duktus torak-sikus dan duktus limfatikus dekster)

Gangguan pada sistem sirkulasi…..

Gangguan pada sistem sirkulasi

1. Hemofili : darah sukar membeku akibat faktor keturunan (genetis).

2. Anemia : penyakit kurang darah, akibat kandungan Hb rendah, kurangnya eritrosit atau menurunnya volume darah dari normal.

3. Polistemia : kelebihan eritrosit akibat meningkatnya viskositas (kekentalan) darah.

4. Leukimia : kanker darah, akibat bertambahnya leukosit yang tidak terkendali.

5. Leukopenia : menurunnya jumlah leukosit karena infeksi kuman tifus sehingga eritrosit dapat menurun hingga 3000 per mm3.

6. Thalasemia : rendahnya daya ikat eritrosit terhadap O2 karena kegagalan pembentukan haemoglobin (eritrosit pecah). Penyakit ini genetis.

7. Sklerosis : pengerasan pembuluh nadi akibnat endapan senyawa lemak atau zat kapur.

Aterosklerosis, bila endapannya lemak.

Arteriosklerosis, bila endapannya zat kapur.

8. Trombus & embolus : penyakit jantung yang disebabkan oleh penggumpalan di dalam arteri koroner.

9. Koronarialis : penyempitan arteri koroner pada jantung.

10. Varises : pelebaran pembuluh vena dan umumnya di bentis, sedang yang di anus disebut ameien (hemoroit).

11. Hipertensi : tekanan darah tinggi.

12. Hipotensi : tekanan darah rendah.

13. Eritroblastosis fetalis : penyakit kuning bayi, karena kerusakan darah bayi yang baru lahir akibat kemasukan aglutinin dari luar.

14. Blue baby : bayi warna biru waktu lahir akibat kelainan jantung (foramen ovale tidak menutup).

C. Sistem Imunitas (Kekebalan) pada Manusia

Sel darah putih bertanggungjawab dalam respons kekebalan. Jika ada zat asing (kuman) masuk ke dalam tubuh, maka beberapa leukosit akan membuat antibodi. Antibodi adalah protein sederhana (gamaglobulin) yang dihasilkan oleh limphosit atau larut ke dalam plasma darah sebagai reaksi terhadap serangan suatu antigen.

 

 

Macam-macam kekebalan tubuh :

1. Kekebalan aktif : kekebalan tubuh yang diperoleh karena tubuh membuat antibodi sendiri, meliputi :

kekebalan aktif buatan : kekebalan tubuh yang di

peroleh setelah mendapatkan vaksinasi.

kekebalan aktif alami : kekebalan tubuh yang di

peroleh setelah seseorang sembuh dari sakit.

2. Kekebalan pasif : kekebalan yang terjadi bukan karena tubuh membuat antibodi sendiri, meliputi :

kekebalan pasif buatan : diperoleh setelah tubuh

mendapat antibodi sudah jadi yang terlarut

dalam serum. Kekalan ini bersifat sementara.

Misal suntikan ATS (Anti Tetanus Serum).

kekebalan pasif alamiah : bila kekebalan diperoleh

dari ibu selama di dalam kandungan.

Antibodi masuk dari ibu ke fetus melalui pla-

senta atau melalui air susu (ASI) setelah lahir.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KESIMPULAN

–          Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.

–          Fungsi darah :

1. Sebagai alat transport :

– O2 dari paru-paru diangkut keseluruh tubuh

– CO2 diangkut dari seluruh tubuh ke paru-paru

– Sari makanan diangkut dari jonjot usus ke seluruh

jaringan yang membutuhkan.

– zat sampah hasil metabolisme dari seluruh tubuh

ke alat pengleluaran.

– Mengedarkan hormon dari kelenjar endokrin (ke-

lenjar buntu) ke bagian tubuh tertentu.

2. Mengatur keseimbangan asam dan basa

3. Sebagai pertahanan tubuh dari infeksi kuman

4. Untuk mengatur stabilitas suhu tubuh.

–       Darah terdapat 3 macam yakni sel darah merag, sel darah putih, dan trombosit (keping darah)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

DAFTAR PUSTAKA

 

Kusumawati, Diah. 2004. Bersahabat Dengan Hewan Coba. Gadjah Mada Press.Yogyakarta.

Frandson, RD. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak IV. Gadjah Mada Press.Yogyakarta.

Ganong, W. P. 1988. Review of Medical Physiologis.Long Medical Publishing Los Atos. California.

Guyton. 1986. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Gadjah Mada University Prees. Yogyakarta.

http://makalahbiologiku.blogspot.com/2010/04/darah-katak.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Darah

http://sierra1010.wordpress.com/2009/03/25/sistem-sirkulasi-darah-pada-hewan-dan-manusia/

 

Poedjiadi, Anna.1994. Dasar dasar biokimia. Indonesia University Press. Jakarta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

WASPADA ANJING GILA “RABIES”

Rabies adalah penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Virus rabies ditularkan ke manusia melalu gigitan hewan misalnya oleh anjingkucingkera,rakun, dan kelelawar.  Rabies disebut juga penyakit anjing gila.

Etimologi

Kata rabies berasal dari bahasa Sansekerta kuno rabhas yang artinya melakukan kekerasan/kejahatan.Dalam bahasa Yunani, rabies disebut Lyssa atau Lytaa yang artinya kegilaan. Dalam bahasa Jerman, rabies disebut tollwut yang berasal dari bahasa Indojerman Dhvar yang artinya merusak dan wut yang artinya marah[3] Dalam bahasa Prancis, rabies disebutrage berasal dari kata benda robere yang artinya menjadi gila

Sejarah

Rabies bukanlah penyakit baru dalam sejarah perabadan manusia. Catatan tertulis mengenai perilaku anjing yang tiba-tiba menjadi buas ditemukan pada Kode Mesopotamia yang ditulis 4000 tahun lalu serta pada Kode Babilonia Eshunna yang ditulis pada 2300 SMDemocritus pada 500 SM juga menuliskan karakteristik gejala penyakit yang menyerupai rabies.

Aristotle, pada 400 SM, menulis di Natural History of Animals edisi 8, bab 22

…. anjing itu menjadi gila. Hal ini menyebabkan mereka menjadi agresif dan semua binatang yang digigitnya juga mengalami sakit yang sama.

HippocratesPlutarchXenophonEpimarcusVirgilHorace, dan Ovid adalah orang-orang yang pernah menyinggung karakteristik rabies dalam tulisan-tulisannya. Celsius, seorangdokter di zaman Romawi, mengasosiasikan hidrofobia (ketakutan terhadap air) dengan gigitan anjing, di tahun 100 Masehi. Cardanus, seorang penulis zaman Romawi menjelaskan sifat infeksi yang ada di air liur anjing yang terkena rabies. Pada penulis Romawi zaman itu mendeskripsikan rabies sebagai racun, yang mana adalah kata Latin bagi virus. Pliny dan Ovid adalah orang yang pertama menjelaskan penyebab lain dari rabies, yang saat itu disebut cacing lidah anjing (dog tongue worm). Untuk mencegah rabies di masa itu, permukaan lidah yang diduga mengandung “cacing” dipotong.  Anggapan tersebut bertahan sampai abad 19, ketika akhirnya Louis Pasteur berhasil mendemonstrasikan penyebaran rabies dengan menumbuhkan jaringan otak yang terinfeksi di tahun 1885 Goldwasser dan Kissling menemukan cara diagnosis rabies secara modern p


ada tahun 1958, yaitu dengan teknik antibodi imunofluoresens untuk menemukan antigen rabies pada jaringan.

Manifestasi Klinis

Gejala rabies biasanya mulai timbul dalam waktu 30-50 hari setelah terinfeksi. Masa inkubasi virus hingga munculnya penyakit adalah 10-14 hari pada anjing tetapi bisa mencapai 9 bulan pada manusia  Bila disebabkan oleh gigitan anjing, luka yang memiliki risiko tinggi meliputi infeksi pada mukosa, luka di atas daerah bahu (kepalamukaleher), luka pada jari tangan atau kaki, luka pada kelamin, luka yang lebar atau dalam, dan luka yang banyak.  Sedangkan luka dengan risiko rendah meliputi jilatan pada kulit yang luka, garukan atau lecet, serta luka kecil di sekitar tanganbadan, dan kaki.

Gejala sakit yang akan dialami seseorang yang terinfeksi rabies meliputi 4 stadium:

Stadium prodromal

Dalam stadium prodomal sakit yang timbul p


ada penderita tidak khas, menyerupai infeksi virus pada umumnya yang meliputi demam, sulit makan yang menuju taraf anoreksiapusing dan pening (nausea), dan lain sebagainya.

Stadium sensoris

Dalam stadium sensori penderita umumnya akan mengalami rasa nyeri pada daerah luka gigitan, panas, gugup, kebingungan, keluar banyak air liur (hipersalivasi), dilatasi pupil,hiperhidrosishiperlakrimasi.

Stadium eksitasi

Pada stadium eksitasi penderita menjadi gelisah,


mudah kaget, kejang-kejang setiap ada rangsangan dari luar sehingga terjadi ketakutan pada udara (aerofobia), ketakutan pada cahaya(fotofobia), dan ketakutan air (hidrofobia).Kejang-kejang terjadi akibat adanya gangguan daerah otak yang mengatur proses menelan dan pernapasan. Hidrofobia yang terjadi pada penderita rabies terutama karena adanya rasa sakit yang luar biasa di kala berusaha menelan air

Stadium paralitik

Pada stadium paralitik setelah melalui ket


iga stadium sebelumnya, penderita memasuki stadium paralitik ini menunjukkan tanda kelumpuhan dari bagian atas tubuh ke bawah yang progresif.

Karena durasi penyebaran penyakit yang cukup cepat maka umumnya keempat stadium di atas tidak dapat dibedakan dengan jelas.  Gejala-gejala yang tampak jelas pada penderita di antaranya adanya nyeri pada luka bekas gigitan dan ketakutan pada air, udara, dan cahaya, serta suara yang keras.  Sedangkan pada hewan yang terinfeksi, gelaja yang tampak adalah dari jinak menjadi ganas, hewan-hewan peliharaan menjadi liar dan lupa jalan pulang, serta ekor dilengkungkan di bawah perut.

bentuk virus rabies

Diagnosis

Jika seseorang digigit hewan, maka hewan yang menggigit harus diawasi.  Satu-satunya uji yang menghasilkan keakuratan 100% terhadap adanya virus rabies adalah dengan uji antibodi fluoresensi langsung (direct fluorescent antibody test/ dFAT) pada jaringan otak hewan yang terinfeksi. Uji ini telah digunakan lebih dari 40 tahun dan dijadikan standar dalam diagnosis rabies. Prinsipnya adalah ikatan antara antigen rabies dan antibodi spesifik yang telah dilabel dengan senyawa fluoresens yang akan berpendar sehingga memudahkan deteksi Namun, kelemahannya adalah subjek uji harus disuntik mati terlebih dahulu (eutanasia) sehingga tidak dapat digunakan terhadap manusia.  Akan tetapi, uji serupa tetap dapat dilakukan menggunakan serum, cairan sumsum tulang belakang, atau air liur penderita walaupun tidak memberikan keakuratan 100%.  Selain itu, diagnosis dapat juga dilakukan dengan biopsi kulit leher atau sel epitel kornea mata walaupun hasilnya tidak terlalu tepat sehingga nantinya akan dilakukan kembali diagnosis post mortem setelah hewan atau manusia yang terinfeksi meninggal.

sistematik dari rabies

Penanganan

Bila terinfeksi rabies, segera cari pertolongan medis.  Rabies dapat diobati, namun harus dilakukan sedini mungkin sebelum menginfeksi otak dan menimbulkan gejala.Bila gejala mulai terlihat, tidak ada pengobatan untuk menyembuhkan penyakit ini. Kematian biasanya terjadi beberapa hari setelah terjadinya gejala pertama.
Jika terjadi kasus gigitan oleh hewan yang diduga terinfeksi rabies atau berpotensi rabies (anjingsigungrakunrubahkelelawar) segera cuci luka dengan sabun atau pelarut lemak lain di bawah air mengalir selama 10-15 menit lalu beri antiseptik alkohol 70% atau betadin. Orang-orang yang belum diimunisasi selama 10 tahun terakhir akan diberikan suntikantetanus. Orang-orang yang belum pernah mendapat vaksin rabies akan diberikan suntikan globulin imun rabies yang dikombinasikan dengan vaksin.  Separuh dari dosisnya disuntikkan di tempat gigitan dan separuhnya disuntikan ke otot, biasanya di daerah pinggang. Dalam periode 28 hari diberikan 5 kali suntikan. Suntikan pertama untuk menentukan risiko adanya virus rabies akibat bekas gigitan.Sisa suntikan diberikan pada hari ke 3, 7, 14, dan 28. Kadang-kadang terjadi rasa sakit, kemerahan, bengkak, atau gatal pada tempat penyuntikan vaksin.

Ciri Rabies

Rabies merupakan suatu penyakit hewan menular akut yang disebabkan oleh virus neurotropik dari ss RNA virus; genus Lyssavirus; famili Rhabdoviridae. Virus Rabies termasuk dalam serotipe 1, serotipe 2 (Lagos bat virus), serotipe 3 (Mokola rhabdovirus), dan serotype 4 (Duvenge rhabdovirus). Rabies menyerang sistem syaraf pusat hewan berdarah panas dan manusia. Bersifat zoonosis yaitu dapat menular pada manusia lewat gigitan atau cakaran. atau dapat pula lewat luka yang terkena air liur hewan penderita rabies (Mahendrasari, 2009).

Hewan penular rabies adalah semua hewan yang berdarah panas seperti anjing, kucing, kelelawar, kera, dan karnivora liar. Kasus rabies pada manusia lebih dari 90 persen ditularkan oleh anjing melalui gigitan. Melalui luka gigitan hewan penderita rabies virus menularkan ke hewan lain atau ke manusia. Rabies hanya ditularkan oleh hewan positif rabies melalui gigitan. Masa inkubasi rabies dan gejala klinis tergantung dari daerah gigitan sehingga bervariasi. Masa inkubasi rabies akan semakin pendek, makin dekat ke arah kepala. Masa inkubasi akan tampak 21-80 hari setelah digigit hewan positif rabies.

Gejala klinis rabies terdiri dari 3 (tiga) fase, yakni prodromal, eksitasi, dan paralisis. Pertama, fase prodromal, hewan menjadi soliter, ketakutan atau paranoid, ekor akan melipat ke dalam. Selalu mencari tempat gelap karena photophobia. Kesakitan pada saat menelan terutama air atau hydrophobia. Tidak memberikan respon apabila dipanggil oleh pemilik hewan. Kedua, fase eksitasi, hewan menjadi agresif. Secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, akan menggigit hewan lain bahkan manusia atau benda apa saja yang bergerak. Menggigit apa saja termasuk kotoran sendiri, kayu, batau atau tempat makan dan minum hewan. Apabila hewan di kandang, maka akan menggigit besi dan kawat di kandangnya, tapi tidak akan ditelan oleh hewan tersebut. Ketiga, fase paralisis akan mengalami hypersalivasi (mengeluarkan ludah berlebihan). Tidak bisa menelan, karena otot di daerah pipi dan tenggorokan mengalami kelumpuhan. Rahang bawah menggantung dan tak bisa digerakkan.Saat memasuki paralisis ini hewan menjadi lethargie (lemas) dan sangat kecil kemungkinan untuk menggigit, sehingga ada beberapa pemilik menyangka bahwa hewan mereka memakan benda asing (sumber: majalah flona).

Terdapat dua kategori ciri-ciri hewan yang terkena rabies yaitu kategori ganas (Furious Rabies) dan tenang (Dumb Rabies). Hewan kategori ganas cirinya justru hewan tersebut menjadi penakut,hewan menjadi tidak ramah, agresif dan tidak lagi menurut pemiliknya. Ciri lainnya adalah hewan tersebut dapat menyerang dan menggigit apa saja yang dijumpai, hewan tersebut juga menyerang yang ada di sekitarnya, ekornya berada di antara dua paha, nafsu makan hewan tersebut hilang, suara menjadi parau, memakan barang atau benda asing seperti batu, kayu, dan sebagainya, sering kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan. Hewan itu biasanya mati setelah 4-7 hari timbul gejala atau paling lama 12 hari setelah penggigitan. Sedangkan untuk kategori tenang, hewan itu cirinya suka bersembunyi di tempat yang gelap dan sejuk, kejang-kejang berlangsung sangat singkat dan kadang sering tidak terlihat, mulut terbuka dan air liur keluar terus menerus, tidak dapat mengunyah dan menelan serta tidak ada keinginan menyerang atau mengigit.

Pada manusia yang pernah mendapat gigitan dari hewan penular rabies (anjing, kucing, kera, hewan liar lain seperti srigala, racoon, kelelawar dan ternak seperti sapi) biasanya akan kehilangan rasa nafsu makan, sakit kepala, tidak bisa tidur, demam tinggi, mual atau muntah. Gejala lainnya adalah perasaan takut atau peka terhadap air, suara keras, cahaya dan angin. Air mata dan air liur keluar secara berlebihan, kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan. Pada bagian bekas gigitan ada rasa panas atau nyeri. Setelah ada gejala seperti disebut diatas, maka penderita biasanya akan meninggal 4–6 hari kemudian.

HUBUNGI dinas peternakan terdekat apabila terdapat gejala berikut !!

Pencegahan

Pencegahan rabies pada manusia harus dilakukan sesegera mungkin setelah terjadi gigitan oleh hewan yang berpotensi rabies, karena bila tidak dapat mematikan (letal)

Langkah-langkah untuk mencegah rabies bisa diambil sebelum terjangkit virus atau segera setelah terkena gigitan  Sebagai contoh, vaksinasi bisa diberikan kapada orang-orang yang berisiko tinggi terhadap terjangkitnya virus, yaitu:

  • Dokter hewan.
  • Petugas laboratorium yang menangani hewan-hewan yang terinfeksi.
  • Orang-orang yang menetap atau tinggal lebih dari 30 hari di daerah yang rabies pada anjing banyak ditemukan
  • Para penjelajah gua kelelawar.

Vaksinasi idealnya dapat memberikan perlindungan seumur hidup.  Tetapi seiring berjalannya waktu kadar antibodi akan menurun, sehingga orang yang berisiko tinggi terhadap rabies harus mendapatkan dosis booster vaksinasi setiap 3 tahun. Pentingnya vaksinasi rabies terhadap hewan peliharaan seperti anjing juga merupakan salah satu cara pencegahan yang harus diperhatikan.

sayangi sekeliling anda !!!

 

TERIMA KASIH ATAS MEJAGA DUNIA DARI PENYAKIT RABIES…

“MANUSYA MERIGA SATWA SEWAKA”

(mensejahterakan manusia melalui Hewan)

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.